Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Derita Jantung Bocor, Keluarga Bayi di Ende Ini Butuh Bantuan
HEADLINE

Derita Jantung Bocor, Keluarga Bayi di Ende Ini Butuh Bantuan

By Redaksi12 Desember 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aisyah mengalami jantung bocor sejak dari dalam kandungan hingga berat badan menurun drastis. Bayi ini pun mengalami gizi buruk (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Siti Aisyah Salsabila, bayi usia 3 bulan asal Kelurahan Lokoboko, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami sakit berat.

Berdasarkan diagnosis medis, Aisyah dikabarkan mengalami jantung bocor akibat dari Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dengan tipe VSD.

Kondisi sakit yang diderita Aisyah membuat kedua orang tuanya berpasrah. Hal itu lantaran keluarga mengalami kekurangan biaya untuk merawat lebih lanjut anak mereka di Denpasar, Bali.

Ayah Aisyah, Tamrin Sado mengatakan anaknya dirujuk ke Denpasar karena tidak adanya perkembangan selama perawatan di RSUD Ende.

Dokter menyarankan agar Aisyah dirujuk sesegera mungkin. Namun, apalah daya keluarga tidak memiliki biaya transportasi dan biaya hidup selama di Denpasar.

Karena ketiadaan biaya, Aisyah terpaksa dirawat seadanya di kediaman orangtuanya di Lokoboko, Ndona selama enam hari terakhir.

Bayi mungil ini hanya bertahan hidup pada tabung oksigen yang disiapkan pihak RSUD Ende.

“Iya, memang disaran dokter harus dirujuk ke rumah sakit yang tipe B atau tipe A. Karena disini (RS) fasilitas belum lengkap,” kata Tamrin saat ditemui wartawan di kediamannya, Kamis (12/12/2019) sore.

Tamrin menyatakan, akibat tidak ada perawatan secara intensif, berat badan Aisyah bahkan menurun hingga 2,9 kg. Sehingga Aisyah mengalami gizi buruk.

Kondisi Aisyah saat ini, lanjut dia, telah diketahui pihak medis bidang gizi pada Puskesmas Rewarangga.

“Ada petugas (bidan) gizi dari Puskesmas yang datang melihat kondisi anak saya. Iya, mereka datang merawat,” ucap Tamrin.

Tamrin mengaku berpasrah dengan kondisi kesehatan bayinya yang baru berusia tiga bulan itu. Ia merasa tertekan secara ekonomi, sebab baru sebulan lebih ayahnya meninggal dunia.

Seperti jatuh tertimpa tangga, Tamrin hanya berharap belas kasian dari sesama. Hal itu karena ia hanya bekerja sebagai pedagang kecil di Pasar Wolowona. Sedangkan istrinya Nur Afni Abubakar hanya sebagai ibu rumah tangga.

Bayi ini hanya bertahan hidup dengan tabung oksigen di kediamannya di Lokoboko, Ndona Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Tamrin mengaku hanya kendala biaya transportasi ke Denpasar untuk merujuk si buah hatinya. Begitupula biaya hidup selama di Denpasar, sebab tak ada satupun keluarga di sana.

“Kami punya kartu BPJS yang saya bayar secara mandiri. Yang saya pikirkan, bagaimana biaya kami kesana. Dengan siapa disana lalu bagaimana kehidupan kami disana,” ujar dia berpasrah.

Dengan kondisi itu, melalui media ini keluarga meminta dukungan dana melalui rekening BRI 7530-01-006159-53-4 atas nama Tamrin Sado. Dukungan ini untuk memudahkan keluarga merujuk Aisyah ke Denpasar.

“Iya, terima kasih sebelumnya kepada siapa saja yang membantu kami. Kami hanya menginginkan anak kami ini sembuh. Terima kasih,” ucap Tamrin di akhir perbincangan.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleODGJ di Maumere Rajin Beri ‘Uang Rokok’ Untuk Polisi, Totalnya Hampir Rp 10 Juta
Next Article Tiga Cerpen Bertemakan ODGJ Jadi Pilihan Karya Terbaik

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.