Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Stunting Bukan Saja Masalah Gizi
KESEHATAN

Stunting Bukan Saja Masalah Gizi

By Redaksi18 Desember 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Minggu Mere (tengah) saat menyampaikan masalah kesehatan di NTT depan komisi IX DPR RI di ruang rapat Gubernur NTT, Rabu, 18 Desember 2019 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), drg. Dominikus Minggu Mere menegaskan, stunting bukan hanya soal masalah gizi.

Menurut Dominikus, stunting itu karena masalah-masalah lingkungan, imunisasi, dan lain-lain.

“Berkaitan dengan persoalan stunting di NTT. Stunting ini menetapkan menjadi prioritas di NTT,” kata Domikus saat menerima kunjungan dari Komisi IX DPR RI, di ruang rapat Gubernur NTT, Rabu (18/12/2019).

Bukti komitmen pihak Dominikus, bisa dilihat dari data sementara pelaporan gizi berbasis masyarakat.

Data sementara, kata Dominikus, telah menunjukan penurunan. Gizi buruk telah turun 4,6 persen dari 42 perse

“Itu berarti ada tanda-tanda baik kerena kalau sudah sampai lima tahun muda-mudahan kita bisa turun 23 persen. Dan ini memang komitmen besar,” tandasnya.

Ia juga meminta Kementrian Kesehatan untuk bisa memberikan makanan tambahan, terutama bagi ibu hamil dan anak balita.

“Dan yang lain-lainnya mohon kiranya bisa memperhatikan NTT,” tuturnya.

Sementara berkaitan dengan daerah endemis rabies di Flores, Dominikus meminta secara khusus kepada Wakil Ketua Komisi IX DPRI RI, Melki Laka Lena dan rombongan agar ada dukungan untuk vaksin antirabies

“Kasus gigitan semakin meningkat, tapi kelihatan suatu ketika kalau ini tidak segera diatasi dengan baik kita bisa jadi malapetaka,” kata Dominikus.

Oleh karena itu, ia meminta Kementrian Kesehatan dan Komisi IX DPR RI agar segera memenuhi kebutuhan vaksi antirabies.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Dinkes NTT Kota Kupang
Previous ArticleIni Nama-nama Panwascam Pilkada di Manggarai yang Lolos Seleksi
Next Article Huruk Bulas FC Juarai Piala Bupati Belu IV

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.