Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Puisi: Peluh di Mata Ibu
Sastra

Puisi: Peluh di Mata Ibu

By Redaksi4 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

* Puisi-Puisi Sonny Kelen

Peluh di Mata Ibu

Ibu, jauh sebelum embunmenjatuhkan dirinya

Aku sudah memperkirakan apa yang terjadi

Setelah matahari menyentuh tubuhmu

Begitu pula dengan angina merebahkan deru

Setelah di matamu aku melihat peluh

Yang jatuh seperti rintik-rintik hujan pada daun jendela

Sejauh semuanya itu

Aku sadar dalam setiap salah

Sebelum kata maaf yang aku ucapkan

Ternyata tidak bisa menyelesaikan luka pada batinmu

Lebih dari itu aku tidak bisa menta darinya

Ibu, langit Desember yang sebentar lagi pergi

Aku hanya mengucapkan terima kasih

Setelah sembilan bulan sepuluh hari

Engkau menjagaku dalam rindu

Dalam nama cinta yang berkisah menyerupai setetes susu

Walaupun sering kita kekurangan anggur

Ketahuilah, Ibu

Bila nanti putih rambutmu

Keriput kulitmu

Engkau pernah mengajarkan aku

Bahwa ada Surga di telapak kakimu

“Selamat hari Ibu, Bu”

Ledalero, 2019

Dipangku Ibu

Aku ingin tidur dipangku ibu

Mendengar nyanyian nina bobo

Yang membuat anak kecil dalam diriku rindu

Dan melihat senyumnya seindah mawar

Yang membuat aku merindukannya berkali-kali

Aku ingin tidur di pangku ibu

Menyaksikan ia berlari dengan lengang

Ketika aku meminta susu

Dan merasakan pelukkan hangat

Dalam rindu yang lekas pulang dari setiap

Napas yang berderu dari bibirnya

Aku ingin tidur dipangku ibu

Melihat ia tetap muda

Dan menyimak segala nasihat yang tidak ia ucapkan

Aku ingin tidur dipangku ibu

Melihat hari-hari sibuknya

Menebak siapa yang mengajarkan

Aku memanggil namanya dalam rindu

Ledalero, 2019

Perempuan Lugu

 : Buat Leni

Selalu kau ceritakan tentang

Seorang ibu yang mencintai matamu

Dan kau senang dengan hal-hal seperti itu

Aku sudah memperkirakan bahwa seperti itulah

Cinta seorang ibu kepada anaknya

Jauh sebelum semua yaitu

Kau mulai merasa perempuan yang bernama ibu

Selalu merindukan kepulanganmu

Dari setiap pergimu yang tanpa kabar

Ketahuilah setelah senja pada Desember berakhir nanti

Keluguan seorang ibu telah lama hidup dalam dirimu

Karena pada akhirnya kau juga jadi ibu

Mengerti tentang sebuah kepergian

Dan merasakan bagaimana rasanya menunggu

Sebab menunggu jauh lebih baik dari pada mati berkali-kali

Ledalero, 2019

 

Penulis sekarang tinggal di Unit Gabriel Ledalero

Sonny Kelen
Previous ArticleKasus PSN Ngada, Quo Vadis Sepak Bola Indonesia?
Next Article Soal Kasus Mangrove, Kapolsek Borong: Banyak Pihak yang Harus Diperiksa

Related Posts

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026
Terkini

Kasus ODGJ di Manggarai Barat Naik Jadi 745 Orang, Dinkes Catat 35 Kasus Pemasungan

1 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Camat Welak: Pembangunan SPPG 3T Watu Umpu Capai 90 Persen

31 Juli 2026

Julie Laiskodat Sosialisasikan UU Sektor Keuangan di Manggarai, Soroti Bahaya Judi Online

31 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.