Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Jenazah TKI asal NTT Kembali Dikirim dari Malaysia
Human Trafficking NTT

Jenazah TKI asal NTT Kembali Dikirim dari Malaysia

By Redaksi5 Januari 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah Hubertus Bria saat tiba di Kargo Bandara El Tari Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali dikirim dari Negara Malaysia.

Kali ini, TKI yang meninggal di Malaysia itu bernama Hubertus Bria. Dia berasal dari Kabupaten Malaka, NTT.

Jenazah Hubertus tiba di Kargo Bandara El Tari Kupang, Minggu (05/01/2019), pukul 12.50 Wita. Dari negeri Jiran, jasad Hubertus dibawa dengan pasawat Garuda Airlines 438.

Dalam surat keterangan Kedutaan Besar RI untuk Malaysia yang diterima VoxNtt.com, Minggu siang, diketahui Hubertus berasal dari Dusun Katara Fafoe, Kabupaten Malaka.

Suster Lauren mendoakan jenazah Hubertus Bria sebelum dibawa ke Malaka

Ia meninggal pada 28 Desember 2019 pukul 16.45 waktu setempat karena sakit myocardial invarction (serangan jantung).

Keluarga Hubertus, Yanuaria Bete Seran
mengatakan almahrum berasal dari Desa Sikun, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka.

“Dia berangkat ke Malaysia tahun 2013 dan bekerja di perkebunan kelapa sawit.
Sejak saat itu, tidak pernah pulang. Tapi dia sering kirim uang untuk istri dan anak-anak,” kata Yanuaria, Minggu sore.

Pantauan VoxNtt.com, hadir menjemput jenazah Suster Laurentia Ti dan beberapa aktivis kemanusiaan lintas agama, utusan GMIT Kupang, dan BP3TKI NTT.

Jenazah, kemudian mamakai mobil ambulance milik BP3TKI diantar langsung menuju Malaka.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Human Trafficking Kabupaten Kupang
Previous ArticleTiga Pria Nyaris Tenggelam di Pantai Nanga Rawa Matim
Next Article Mereka Meniduri Mukamu

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.