Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Mereka Meniduri Mukamu
Sastra

Mereka Meniduri Mukamu

By Redaksi5 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Puisi-puisi Itho Halley

Mereka Meniduri Muka Mu
:Malam di sel lima Nenuk

*)
Iridea
Sepih sedang menunggu apa?
setelah hujan malam tadi
Tragadi di kamarku
Bayang-bayang mereka berbaring di atas bingkai mukamu
Dan tidak sadar mereka menidurimu
Sampai retak habis sisa puing-puing mukamu

*)
Iridea
Kemudian paginya mereka beranjak
Lupa tanpa pamit pada selimutku
Ah, aku lupa kalau bingkai yang tadi malam mereka tiduri adalah
Bayang-bayang mukamu yang lupaku selimuti dengan aminku

Nenuk , 28/12/18

Lama Membalas Chatting
: Petuah Bapa

Hari pertama minggu itu bulan hujan Desember

Waktu suatu malam kantuk pada ritual menetap jendela kaca yang belum kelar
Aku mengaduh pada Tuhan:

“Tuhan, mengapa tidak membalas chatingku dalam doa hari kemarin

Tidakah Tuhan tahu bahwa aku sedang asyik duduk di kaki Tuhan dan tidak bermain
tatapan ke lain hati.

Aku mencemaskan bagaimana kabar Mu, setelah jeda Panjang waktu liburanku.”
Ternyata jam di layar handphoneku pelan-pelan luruh sebab malam mulai kantuk

Dan aku masih saja membisu dalam ritual menatap jendela kaca
sambil menunggu chatingan Tuhan.

Waktu sepih semakin bising di kepala
sedang ekor mataku melirik
pada jendela berharap ada tanda sedang mengetik balasan dari Tuhan.

Beberapa menit kemudian
Tepat pukul 22.30 pesan masuk di jendela kaca:

“Slamat malam nak,
Sesungguhnya dalam diam ini, aku sedang mengajarimu
untuk mampu menahan diri terhadap rindumu
yang belum dan mungkin tidak dibayar segera

Barangkali sudah waktunya kau selimuti tubuhmu

Dan sudahi ritual menatap jendela kaca mu,
Sebab sudah kutaruh wajah Ku di jendelakaca mu yang harus kau bawa pergi dalam
aminmu.”

Nos Cum Prole Pia

Mikhael , 26/12/19

Wanita Hujan
1//
Mariana
Nostalgia puisi belum ada judul
Bolehkah kutitip pesanku padu bakul rotimu
Tolongkabarkankepadabuahtubuh mu
Bahwa aku merindu di bibir bulan Desember
Menatap waktu derai hujan di luar jendela kamar
Lamat-lamat dedaunan basah kuyup
Nostalgia
Teringat lagi gubuk jerami di kampung amak
Tempat kami memasang pelita serta lilin menjelang pesta
Takut atapnya jebol
Sedang ibu-ibu sibuk membuat catatan akhir tahun menjelang pesta
Anak-anak suka sekali menutup kepala dengan kantung plastik
Lalu saling berlari kejar-kejaran dengan hujanmu

2//
Mariana
Minggu pertama bulan Desember sebelum hujan pertama
Nostalgia puisi belum ada judul
Di luar jendela kaca kamarku
Saat sembayang kusuk mulai membasahi heningku
Semoga Desember tahun ini
puisiku sudah kuberi judul
Mariana
Wanita
Hujan gaudate

Nenuk ,10/12/18

*) Itho Halley. Mahasiswa STFK Ledalero. Lahir di Magepanda, 24 Agustus 1998. Pernah bergiat di kelompok Sastra Kotak SampahNenuk. Sekarang tinggal di Ledalereo

Itho Halley
Previous ArticleJenazah TKI asal NTT Kembali Dikirim dari Malaysia
Next Article Apakah Ritus “Teing Hang” Praktik Berhala?

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.