Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Babi yang Mati Karena ASF di Pulau Timor Capai 2.983 Ekor
Ekbis

Babi yang Mati Karena ASF di Pulau Timor Capai 2.983 Ekor

By Redaksi3 Maret 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dany Suhadi saat memberikan keterangan pers di Kantor DPRD NTT, Senin, 2 Maret 2020. (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Jumlah babi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mati dalam beberapa pekan terakhir ini terus bertambah.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dany Suhadi mengungkapkan, saat ini jumlahnya mencapai 2. 983 ekor tersebar di enam Kabupaten di wilayah Timor.

Keenam kabupaten itu yakni, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Belu dan Malaka.

“Kalau memang dilihat dari situasi perkembangan terhadap serangan sejenis virus ternak babi dari masyarakat di enam Kabupaten di wilayah Timor sini. Ada yang tetap, ada yang bertambah,” ungkap Suhadi kepada wartawan usai rapat bersama Komisi II DPRD NTT, Senin (02/03/2020).

Namun tegas dia, masih ada kemungkinan jumlah itu bertambanh, karena Kabupaten Malaka dan TTS belum melaporkan lagi. “itu sementara yang kami sampaikan,” tururnya.

Pada prinsipnya jelas dia, pihaknya telah mengambil langkah-langkah agar virus ini tidak menyebar ke daerah-daerah lain di luar wilayah Timor.

Baca Juga: Soal Corona, Wagub NTT Suruh Masyarakat Minum Jus Kelor dan Berdoa

“Salah satunya juga kita koordinasi dengan DPRD NTT untuk menyampaikan hal ini, untuk melakukan upaya pencegahan untuk tidak keluar dari wilayah Timor,” pungkasnya.

“Intinya juga wabah dan juga ada berbagai, dimana lalu lintas ini kan sangat tinggi. Kita tidak mungkin menahan orang untuk bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain,” tambah dia.

Ia menegaskan, pintu keluar masuk di NTT cukup tinggi mengingat NTT sebagai provinsi kepulauan.

“Ya, kita perkuatkan bersama-sama teman-teman di karantina dan juga pihak-pihak lain,” katanya.

Akibat terserang virus African swine fever (ASF) itu kata dia, Pemerintah NTT menetapkan status siaga satu virus ASF.

Ia mengatakan, saat ini hanya Flores yang belum terjangkit Virus ASF.

Ia mengaku, pihaknya telah mengambil langkah-langkah antisipasi penyebaran virus tersebut, di antaranya, adanya surat edaran Gubernur NTT, Viktor Laiskodat yang melarang babi untuk masuk dan keluar dari NTT.

“Kami perkuat pengawasan di Karantina sesuai instruksi Gubernur yang melarang masuk dan keluarnya babi dari NTT,” tegasnya.

Baca Juga: 11 Orang Meninggal, Dinkes NTT Kirim Dokter Tambahan ke RS T.C.Hillers Maumere

Pencegahan lain yang dilakukan, lanjut dia, dengan melakukan Desinfeksi kandang-kandang babi yang terserang Virus ASF.

“Tidak semua kandang babi terserang virus ASF, masih ada kandang babi yang aman dari virus itu,” katanya.

Dia berharap dengan langkah pencegahan ini dapat mengantisipasi merebaknya virus ASF di NTT, termasuk merebak ke Pulau Flores dan Sumba. “Kalau bisa janganlah merebak hingga Flores,” harapnya.

Dia mengatakan pihak belum mengambil langkab lebih jauh, karena khusus virus ini belum ada vaksinnya.

“Jangankan Indonesia, Cina saja harus memusnahkan babi yang terinfeksi dan memulai baru,” ujarnya.

Terkait larangan konsumsi daging babi, dia meminta masyarakat untuk tidak takut konsumsi daging babi, karena virus ASF tidak sonosis atau berjangkit ke manusia.

“Masyarakat tidak perlu kuatir, karena virus ini tidak menjangkit ke manusia,” katanya.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

Dany Suhadi Kota Kupang Virus ASF
Previous ArticleMeski Dilarang Pemda, KSOP Tetap Beri Izin Turis Australia Berwisata di Ende
Next Article DPRD NTT Minta Pemprov Segera Tetapkan Status KLB Terkait Virus ASF

Related Posts

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.