Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»DPRD NTT Minta Pemprov Segera Tetapkan Status KLB Terkait Virus ASF
Ekbis

DPRD NTT Minta Pemprov Segera Tetapkan Status KLB Terkait Virus ASF

By Redaksi3 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT, Kasimirus Kolo saat memberikan keterangan pers di Kantor DPRD NTT, Senin 2 Maret 2020. (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT, Kasimirus Kolo meminta pemerintah provinsi untuk segera menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus ASF.

“Kami minta dinas untuk siapkan syarat-syaratnya agar ditetapkan status KLB. Sehingga bisa ada bantuan dari pemerintah pusat untuk mengatasi penyebaran virus ini,” tegas Kasimirus kepada wartawan usai rapat bersama Dinas Peternakan Provinsi NTT, Selasa (02/03/2020).

Ia mengatakan, beberapa waktu lalu Komisi II DPRD NTT telah berkonsultasi dengan kementerian Pertanian khususnya direktorat penyakit dan kesehatan hewan di Jakarta.

Baca Juga: Babi yang Mati Karena ASF di Pulau Timor Capai 2.983 Ekor

“Komisi II mengkonsultasikan mengenai virus ASF yang sudah mematikan ribuan ekor babi di Timor. Karena pulau Flores dan Sumba belum terkena. Hanya di Timor saja,” ungkapnya.

Setelah kembali konsultasi dari Jakarta itu kata dia, pihaknya menindaklanjuti dengan rapat bersama Dinas Peternakan NTT

“Kita melakukan upaya-upaya terhadap hasil konsultasi dan kita panggil Dinas Peternakan NTT untuk segera mengambil langkah-langkah. Upaya-upaya cepat dan kerja secara kolektif untuk segera mengatasi agar tidak menyebar penyakit ini ke daerah lain,” pungkasnya.

Baca Juga: Soal Corona, Wagub NTT Suruh Masyarakat Minum Jus Kelor dan Berdoa

Menanggapi itu, Kepala Dinas Peternakan NTT, Dany Suhadi mengatakan, penetapan status KLB harus dimulai dari tingkat kabupaten dan harus memenuhi syarat dengan data-data yang valid.

“Ada syarat untuk tetapkan KLB, termasuk dampaknya kepada masyarakat,” tegasnya.

“Populasi babi di NTT mencapai 2 juta lebih ekor, sehingga dengan jumlah babi yang mati, maka baru sekitar 0,01 persen yang terjangkit,” tambahnya.

Baca Juga: 11 Orang Meninggal, Dinkes NTT Kirim Dokter Tambahan ke RS T.C.Hillers Maumere

Penulis: Tarsi Salmon

Editor:  Boni J

Kasimirus Kolo Kota Kupang Virus ASF
Previous ArticleBabi yang Mati Karena ASF di Pulau Timor Capai 2.983 Ekor
Next Article Sekcam Boleng Berulah

Related Posts

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.