Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Jamur Susu Harimau asal NTT Laris di Pasar Global
Ekbis

Jamur Susu Harimau asal NTT Laris di Pasar Global

By Redaksi11 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jamur susu harimau yang laris di pasar global (Foto: Copy Right)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Ende kembali mengapresiasi pelaku usaha di sub sektor hortikultura berupa Jamur Susu Harimau yang telah berhasil meningkatkan volume ekspornya di pasar ekspor.

Jamur Susu Harimau dengan nama latin Lignosus rhinocerus ini menjadi salah satu unggulan petani di Pulau Flores. Biasanya diekspor dalam bentuk kering dan digunakan di negara tujuan ekspor sebagai bahan baku obat herbal dan kosmetik.

“Produk lokal yang sudah memiliki pasar ekspor seperti ini yang harus kita dorong. Kedepan harusnya sudah bisa diekspor dalam bentuk ekstrak, pasta atau bahkan dalam bentuk jadi. Sehingga bisa memberi nilai tambah,” kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan di Jakarta, Jumat (10/04/2020).

Jamil menegaskan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) menaruh perhatian khusus untuk hilirisasi industri produk pertanian. Selain deregulasi aturan untuk mendorong iklim investasi yang dilakukan pemerintah, penyaluran pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus digencarkan.

“Saatnya kita melangkah lebih cepat, silahkan manfaatkan fasilitas ini. Harapannya dengan adanya hilirasi produk makin tinggi nilainya dan makin laris di pasar dunia,” tegas Jamil.

Para petugas karantina pertanian Ende tampak sedang memeriksa jamur susu harimau di Kantor Karantina Pertanian Ende (Foto: Copy Right)

Ia mengatakan untuk memastikan potensi lokal dapat terus masuk pasar global, jajaran tetap memberikan layanan publik terbatas.

“Mematuhi protokol keselamatan kerja dan meningkatkan biosekuriti di ruang-ruang pelayanan,”tandasnya.

Tren Meningkat

Kepala Karantina Pertanian Ende, Yulius Umbu Hunggar menjelaskan permohonan sertifikasi karantina untuk ekspor jamur susu harimau di Karantina Pertanian Ende tercatat meningkat.

Sebanyak 2,1 ton dengan nilai ekonomis Rp 1,98 Miliar tercatat untuk permohonan ekspor di triwulan pertama tahun 2020. Hal ini meningkat sebanyak 12% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Bisa jadi karena permintaan terhadap bahan baku obat herbal meningkat di dunia akibat pandemi Covid-19. China paling besar meminta komoditas ekspor ini,” jelasnya.

Yulius menjelaskan saat ini ekspor di NTT belum dapat dikirim secara langsung, melainkan melalui Denpasar atau Surabaya. Kendala transportasi menjadi salah satunya dan saat ini pihaknya bersama instansi terkait mendorong dibukanya akses ekspor langsung dari Ende.

“Dukungan pemerintah daerah yang baik, serta kerja sama petani dan juga pelaku usaha yang sinergis akan dapat meningkatkan volume dan pasar ekspor yang terus berkelanjutan. Semoga dalam waktu dekat dapat kita realisasikan bersama ekspor langsung dari Ende,” terang Yulius. (VoN)

Ende
Previous ArticlePasien Positif Covid-19 di NTT Diperkirakan Sudah Berinteraksi dengan 60 Orang
Next Article Ansy Lema Harap Pasien Covid-19 di NTT Lekas Sembuh dan Imbau Masyarakat Jaga Jarak

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.