Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»PADMA Indonesia Pertanyakan Rencana Pabrik Semen di Lingko Lolok
Ekbis

PADMA Indonesia Pertanyakan Rencana Pabrik Semen di Lingko Lolok

By Redaksi13 April 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gabriel Goa, direktur PADMA Indonesia (Foto: Isitmewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia mempertanyakan rencana pemerintah untuk membangun pabrik semen di Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Rencana investasi proyek  semen  oleh  PT  Semen Singa Merah  di Kampung  Luwuk (dan Lingko Lolok), Desa Satar  Punda, Kecamatan  Lamba Leda, Kabupaten  Manggarai Timur, apakah  sudah ada survei komprehensif berkaitan dengan deposit bahan baku semennya untuk jangka waktu berapa puluh atau ratus tahun?” tanya Direktur PADMA Indonesia, Martinus Gabriel Goa dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Senin (13/04/2020).

Tak hanya soal deposit bahan baku, Gabriel juga mempertanyakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Analisis Sosial Ekonomi (Ansosek) di balik rencana pendirian pabrik semen tersebut.

Baca Juga: Tiap KK Panen 10 Juta, Langkah Hukum “Senjata Andalan” Warga Lingko Lolok Diaspora

“Mengapa harus di Manggarai Timur dan bukan memperkuat PT Semen Kupang di Timor?” tukasnya.

Menurut Gabriel, masyarakat Manggarai Timur perlu belajar kembali terkait investasi tambang mangan di Sirise, Desa Satar Punda. Apakah sudah mensejahterahkan rakyat dan menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manggarai  Timur, sehingga menjadi kabupaten sejahtera?

Potret halaman Kampung Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda. (Foto: Facebook Dedi Demas)

Ia menegaskan, Lembaga Hukum dan Ham PADMA Indonesia hanya mengingatkan masyarakat dan pemerintah di balik rencana pendirian pabrik semen tersebut.

Dikatakan, pertanyaan penting tersebut disampaikan berdasarkan pengalaman PADMA Indonesia saat mendampingi masyarakat  adat  Dayak di Kalimantan dan masyarakat adat Moni dan Mee di Papua.

Di wilayah dampingan ini, kata Gabriel, memperlihatkan bahwa tanah ulayat masyarakat adat diambil oleh investor. Masyarakatnya pun dijanjikan jaminan kesejahteraan.

Namun hasilnya masyarakat adat malah kehilangan tanah dan hutan sumber matapencaharian mereka.

Menurut dia, di wilayah dampingan PADMA Indonesia tersebut masyarakat semakin miskin. Sementara perusahaan bersama pejabat daerah dan pusat semakin kaya raya.

Belajar dari pengalaman pahit yang pernah dialami rakyat terutama petani- petani yang menggantungkan hidupnya pada tanah dan hutan, maka PADMA Indonesia menyatakan, antara lain;

Pertama, mengingatkan petani-petani di  Kampung Luwuk dan Lingko Lolok untuk  tidak tergiur dengan uang recehan. Tetapi ikut ambil bagian sebagai pelaku utama bersama dalam investasi semen dengan prasyarat secara legal  formal, bukan sekadar ritual adat saja.

Sebuah Gereja Katolik terletak di bagian kanan jalan masuk Kampung Lingko Lolok (Foto: Facebook Dedi Demas)

Kedua, mendesak Bupati Manggarai Timur Agas Andreas dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk sungguh-sungguh serius melakukan survei secara komprehensif terkait deposit bahan dasar semen di Luwuk dan Lingko Lolok.

kemudian, melakukan AMDAL dan Ansosek secara  komprehensif,  bukan sekadar mengejar setoran komisi.

Ketiga, mendesak Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mendorong PT Semen Singa Merah agar berinvestasi dengan PT Semen Kupang di Timor, bukan di Luwuk dan Lingko Lolok.

Penulis: Ardy Abba

Gabriel Goa Kabupaten Manggarai Lingko Lolok Matim PADMA Indonesia
Previous ArticlePemprov NTT Ajak Masyarakat Tularkan Virus Kemanusiaan
Next Article FMB Bantu Sembako untuk Masyarakat Desa Numponi

Related Posts

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.