Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Eks Penumpang KM Lambelu asal Matim Minta Dipulangkan Bupati Agas
KESEHATAN

Eks Penumpang KM Lambelu asal Matim Minta Dipulangkan Bupati Agas

By Redaksi13 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Robertus Andistan, eks penumpang KM Lambelu asal Desa Tangomolas, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur di lokasi karantina di Maumere (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Satu orang eks penumpang KM Lambelu asal Kabupaten Manggarai Timur (Matim) meminta dipulangkan Bupati Agas Andreas ke daerah asalnya.

Pasalnya, sampai saat ini pria bernama Robertus Andistan tersebut kesulitan pulang ke kampung halamannya di Manggarai Timur.

Robertus menjadi satu-satunya eks penumpang KM Lambelu dari luar wilayah Sikka yang menjalani karantina bersama 173 warga Sikka.

“Pak Bupati, tolong jemput saya di Maumere. Saya siap melanjutkan karantina mandiri di kampung halaman, di rumah saya sendiri. Pak Bupati tolong jemput, saya sudah rindu istri anak,” ujar Robertus kepada awak media di pelataran gedung Sikka Convention Center (SCC), Maumere, Minggu (12/04/2020).

Robertus sendiri berasal dari Desa Tangomolas, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur.

Ia menuturkan, sejak turun dari kapal pada Selasa 7 April lalu, dirinya sudah menghubungi Kepala Desa Tangomolas.

Dia menjelaskan soal kebijakan Pemda Sikka terhadap eks penumpang KM Lambelu.

Robertus pun diizinkan pulang, hanya saja ia harus dijemput oleh Tim Satgas Covid-19 Manggarai Timur.

Hal serupa sudah dilakukan Pemda Flotim terhadap 17 warganya dan Pemda Ende terhadap 22 eks penumpang KM Lambelu. Demikian pula 3 penumpang asal Nagekeo dan Ngada.

Akan tetapi, Kepala Desa Tangomolas yang dihubungi menyuruhnya untuk pulang sendiri.

“Saya kecewa, saya sudah berusaha jelaskan tetapi saya disuruh pulang sendiri. Ini bukan hal biasa. Ini Malasah corona jadi harus ada prosedurnya,” terang Robertus.

Robertus mengaku selama di masa karantina ia diperlakukan baik.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

 

Agas Andreas KM Lambelu Matim Sikka Virus Corona
Previous ArticleKawanan Pencuri Gading 1 Miliar di Sikka Diringkus Polisi, Satunya Masih DPO
Next Article Terindikasi Positif Corona, 5 Warga NTT Sedang Diisolasi

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.