Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Di Kabupaten Ngada, Virus Corona Ditangkal dengan Cara Magis
KESEHATAN

Di Kabupaten Ngada, Virus Corona Ditangkal dengan Cara Magis

By Redaksi13 Mei 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ritual adat "Teba Manu Bhara" di Desa Tarawali dipercaya dapat mengusir virus corona (Foto: Patrick/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Bupati Ngada Paulinus Soliwoa telah mengeluarkan pengumuman yang melarang seluruh masyarakat Kota Bajawa dan sekitarnya untuk tidak bepergian ke Kecamatan Soa, Sejak 8 – 10 Mei 2020.

Larangan yang tertuang dalam surat pengumuman nomor: 045/ADMAS/V/2020 secara tertulis dikeluarkan untuk mendukung upaya kegiatan ritual adat tolak bala atau dalam bahasa setempat “zoka virus corona “.

Ritual adat “zoka virus corona ” di Kecamatan Soa dilakukan secara serentak di 14 desa serta seluruh kesatuan masyarakat adat di tempat itu.

Desa Tarawali termasuk salah satu yang menggelar kegiatan “zoka virus corona“.

Pada 8 Mei 2020, kegiatan ritual adat tolak bala di wilayah itu, dimulai tepat pukul 19.00 Wita.

Tak ada aktivitas penduduk selama kegiatan berlangsung. Seluruh jalan dan akses masuk menuju tempat ritual adat digelar pun ditutup. Seluruh warga berdiam diri di dalam rumah dengan pintu tertutup.

Para pemuda desa mendirikan portal untuk memblokade seluruh sarana transportasi darat yang hendak dan akan menuju desa Tarawali selama proses ritual berlangsung. Tak ayal, pengguna jalan berjatuhan karena menabrak portal itu.

Di pelataran kampung, penyelenggara kegiatan ritual telah menyalakan api di antara tiga batu tungku berukuran sedang.

Peserta kegiatan ritual itu adalah para tetua bersama perwakilan dari suku-suku masyarakat adat yang ada di wilayah desa itu. Dengan mengenakan pakaian dan aksesoris adat, mereka khusyuk melantun mantra.

Kegiatan tolak virus corona di Tarawali digelar mengunakan ritual adat “Teba Manu Bhara “.

Ritual ini tergolong langka. Pasalnya, selama hampir 50 tahun, ritual ini bahkan belum sekalipun diselenggarakan.

Ritual adat “Teba Manu Bhara” di Desa Tarawali dipercaya dapat mengusir virus corona (Foto: Patrick/VoxNtt.com)

Penyelenggaraan ritual dipimpin oleh Yohanes Meka Rema, orang yang paling dituakan di Tarawali.

Di bawah temaram purnama, dan cahaya bara dari tungku api, tangan Yohanes menggenggam puluhan pucuk dari batang bambu muda sambil mulutnya komat kamit mendaras mantra.

Gelaran kegiatan ini disebut “Tau Tibo“.

Para pembantunya bersiap menerima batangan pucuk bambu yang telah bermantra lalu kemudian meletakannya di dalam bara api.

Bambu yang dibakar kemudian bereaksi karena panas. Letupan pecahan pada bambu kemudian dijadikan petunjuk tentang bala dan berkah yang akan dipilih.

Di lokasi itu, seekor ayam putih juga telah disiapkan sebagai tumbal atas sial dan musibah. Lantunan mantra gaib yang dikumandangkan oleh Yosep Rema Meo dan Leonardus Wale Adhi berakhir dengan pecahnya kepala ayam pada batu tungku api.

Seluruh material yang digunakan kemudian diasingkan ke sungai di Wilayah Desa Mengeruda, masih di Kecamatan Soa Kabupaten Ngada.

Digelarnya ritual adat tolak bala (zoka virus corona) ini sekaligus sebagai bentuk deklarasi masyarakat adat Kecamatan Soa memerangi virus corona.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Ngada Virus Corona
Previous ArticleDPD II Golkar Matim Serahkan Bantuan di Kelurahan Kota Ndora
Next Article Anggaran Penanganan Covid-19 di Mabar Belum Cair, DPRD Geram

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.