Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Masyarakat Nagekeo Terapkan Pasar Barter di Tengah Pandemi Covid-19
Ekbis

Masyarakat Nagekeo Terapkan Pasar Barter di Tengah Pandemi Covid-19

By Redaksi30 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Perdagangan tukar barang atau barter terjadi di wilayah Ndora, Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Nagekeo (Foto: Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, Vox NTT- Perdagangan saling tukar barang atau sering disebut pasar barter kembali terjadi di tengah wabah Covid-19 merebak Tanah Air.

Sistem barter ini terjadi lantaran penutupan pasar minggu dalam penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSPB) oleh pemerintah.

VoxNtt.com menemukan pasar barter di Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (30/05/2020) pagi.

Pertukaran barang dengan barang berupa pinang dan jagung terjadi manakala seorang pedagang pinang menjajaki jualnya di wilayah setempat.

Hironimus Setu, warga Desa Wajo, Kecamatan Keo Tengah ialah pedagang pinang yang hari-harinya menjual di wilayah Ndora.

Ia mengatakan, penukaran barang tersebut dilakukan atas dasar kesepakatan terutama di masa pandemik Covid-19 saat ini.

“Ya, mau sama mau, kita tukar,” katanya sambil mengambil pinang dari karungnya untuk menukar dengan jagung milik warga setempat.

Sistem barter, kata Hironimus, sering terjadi manakala kedua pihak merasa kekurangan secara finansial baik uang maupun barang. Tradisi ini, lanjut dia, sering juga ditemukan di pasar-pasar wilayah Nagekeo.

Warga setempat menukar satu ikat jagung dengan 40 biji pinang ditengah pandemik Covid-19 (Foto: Ian Bala/VoxNTT)

“Ya, karena virus selama ini mengganggu aktivitas kita, jadi kita lakukan barter,” ucap Hironimus.

Hal itu juga disebut Bernadetha Ghedha dan Katarina Lelu, warga yang saat itu menggelar pasar barter. Bernadetha mengatakan, sistem pertukaran barang dengan barang sering terjadi sejak zaman dahulu.

Kali ini, kata dia, terjadi akibat wabah virus corona yang melumpuhkan aktivitas jual beli.

“Kita punya uang, tapi harus irit apalagi musim penyakit seperti ini. Ya, kami sepakat tukar barang,” katanya dalam bahasa setempat.

Ia menambahkan, berbagai macam barang yang ditukar selama masa pandemik Covid-19. Selain pinang dan jagung, adapula penukaran jagung dengan ikan atau padi dengan ikan.

“Kalau tukar itu biasanya satu ikat jagung (16 batang) ditukar dengan 40 biji pinang,” katanya.

“Atau jagung dengan 10 ekor ikan, macam-macam sesuai saling sepakat,” sambung Katarina, saat itu.

Katarina menambahkan, kegiatan tukar menukar barang bukan kali ini terjadi. Di pasar-pasar sebelum Covid-19 melanda, sistem pasar barter juga kerap terjadi.

Sistem barter yang dilakukan warga setempat, kata dia, bukan saja karena ketiadaan uang. Tetapi sesuai kebutuhan masing-masing pihak.

“Dari dulu begitu, saling butuh. Misalnya, saya yang biasa dagang di pasar mingguan, sering tukar barang begitu,” katanya, mencontohi.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleDinyatakan Negatif, 9 Pasien Covid-19 Sikka Belum Dipulangkan
Next Article Musik dari Rumah: Solidaritas Ala Maumere untuk Pasien Covid-19 dan Tenaga Medis

Related Posts

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.