Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kronologi Penemuan Jasad Seorang Pria di Borong
HUKUM DAN KEAMANAN

Kronologi Penemuan Jasad Seorang Pria di Borong

By Redaksi1 Juli 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
SSG (59) ditemukan tidak bernyawa di sebuah kamar kos yang berada di Kampung Bugis, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (30/06/2020).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Seorang pria berinisial SG (59) ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar kos yang berada di Kampung Bugis, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (30/06/2020) pagi.

Informasi yang diterima VoxNtt.com, pihak kepolisian sudah melakuan pemeriksaan dan olah Tempat Kejadian Perkara yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Borong AKP Madea Mudana.

SG merupakan warga Desa Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Pihak kepolisian juga berhasil mengumpulkan keterangan dari beberapa rekannya yakni Andre Winokan, Yohanes Kurniawan, Paulus Nanggor dan Heribertus Dahong.

Dalam laporan yang diterima VoxNtt.com, sebelumnya Heribertus Dahong menelepon korban dari kantor. Namun, tidak ada jawaban.

Lima menit kemudian Heribertus dan Andre Winokan langsung berangkat menuju sebuah desa. Namun, dalam perjalanan keduanya berinisiatif untuk mengecek korban di kosnya yang berada di Kampung Bugis.

Baca: Fakta-fakta Penemuan Jasad Seorang Pria di Borong

Sesampainya di kos tersebut, Andre langsung mengetuk pintu dan memanggil nama korban berkali-kali, tetapi tidak ada jawaban.

Saat itu juga Andre langsung menelepon rekanya bernama Paul yang berada di kantor. Ia menyampaikan informasi bahwa SG tidak merespon saat dipanggil. Ia juga meminta Paul untuk mendatangi kos korban.

Setibanya di kos itu, Paul pun mencoba memanggil dan mengetuk pintu sembari memanggil nama korban. Akan tetapi tidak juga mendapat jawaban.

Lantas penasaran akan keadaan korban, Andre pun berinisiatif untuk membuka jendela dengan meminjam obeng dari tetangga.

Setelah jendela terbuka, dari balik terali jendela mereka melihat keadaan korban dalam posisi tertidur menyamping ke kanan, juga hanya mengenakan celana dalam.

Paul pun langsung meminta tetangga sekitar kos untuk menghubungi RT. Namun RT tidak berada di tempat.

Saat itu juga Andre langsung menelepon petugas kepolisian dan kepala puskesmas Borong untuk mengambil tindakan medis.

Setibanya di TKP, petugas kepolisian langsung mendobrak pintu dan melihat korban sudah tidak bergerak. Beberapa waktu kemudian petugas medis datang dan memeriksa keadaan korban.

Dari hasil pemeriksaan sementara tim medis Puskesmas Borong tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan fisik pada tubuh korban.

Mereka juga tidak menemukan bekas atau luka akibat benda tajam ataupun benda tumpul pada tubuh korban. Namun, petugas medis menemukan cairan berwarna hitam dari dalam tubuh yang keluar melalui mulut korban.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Kepolisian Resort Manggarai Timur, ditemukan barang bukti, seperti 3 buah masker, dompet berwarna coklat, 1 botol minuman warna hijau, 1 dos headset merk king basa, 1 botol minyak wangi merk Piere carfdine, power bank 1 buah, dan 1 lembar sapu tangan.

Kemudian, 1 buah hp merk Samsung, 1 buah kacamata, 1 seshet madu rasa, 1 buah korek gas, 1 papan mefenamat, 1 buah hp merk Oppo dan alat cas hp, 1 buah piring makan, 1 buah sendok makan, dab 1 piring buah pepaya yang sudah di kupas dan dipotong kecil-kecil.

Dari keterangan para saksi (teman kantor korban) bahwa SG pernah menyampaikan kalau dirinya mengalami sakit darah tinggi dan pernah mengalami sakit stroke.

Sementara istri korban Imelda Syanawati Tarukallo menerangkan bahwa korban mempunyai riwayat sakit stroke dan dan darah tinggi.

Terkait peristiwa yang mengejutkan itu pihak keluarga korban menerima dengan lapang dada dan telah membuat surat pernyataan, juga surat berita acara penolakan untuk tidak dilakukan otopsi.

Sekira pukul 15.45 Wita , keluarga telah membawa jenazah ke Ruteng dengan menggunakan kendaraan ambulance milik Puskesmas Borong untuk disemayamkan di rumah duka.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim Polres Matim
Previous ArticlePemkab Belu Kembali Raih Opini WTP
Next Article Kepala DPMD Matim: Ada 27 Desa di Matim Bermasalah

Related Posts

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.