Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pedagang Senang, Setelah 12 Tahun Pasar di Sikka Akhirnya Diresmikan
Ekbis

Pedagang Senang, Setelah 12 Tahun Pasar di Sikka Akhirnya Diresmikan

By Redaksi14 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pedagang Pasar Kewapante kerap kembali berjualan di Geliting (lokasi pasar lama) karena pembeli jarang berbelanja di pasar terutama saat sore hari (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Pedagang Pasar Kewapante, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka senang atas peresmian pasar tersebut setelah 12 tahun digunakan.

Pasar yang lebih dikenal dengan nama Wairkoja tersebut diresmikan pada Kamis (13/08/2020) oleh Bupati Sikka, Robi Idong tersebut didahului dengan ritual adat.

“Kurang lebih 4 Bupati mulai dari zaman Pak Alex waktu tanah ini dibeli, baru di zaman Bupati dan Wakil Bupati yang sekarang Pak Robi dan Romanus Woga pasar ini diresmikan,” ungkap Eugenius Jawa kepada VoxNtt.com, Kamis (13/08/2020).

Padahal menurutnya, secara budaya di Sikka, pindah rumah pun harus dibuat ritual adatnya apalagi perpindahan pasar yang besar dan pembangunannya menghabiskan banyak uang.

Kata dia, itulah salah satu alasan pedagang tidak betah berjualan di pasar dan kerapkali kembali ke tempat yang lama.

Oleh karenanya, mewakili pedagang lain Eugenius Jawa menyatakan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Bupati Sikka menjawabi permintaan mereka.

Sebelum dibangunnya pasar tersebut, pedagang biasa berjualan di Pasar Geliting. Nama lokalnya ‘Regang Bajo’. Terletak di pinggir ruas jalan trans Flores.

Pasar Wairkoja atau Pasar Kewapante adalah pasar harian. Akan tetapi, selama ini aktivitasnya lebih menyerupai pasar mingguan. Para pedagang pun lebih sering berjualan di Geliting dan di pinggir-pinggir jalan.

Sejak pertengahan Juni 2020 lalu, Bupati Sikka mengeluarkan kebijakan untuk mengoptimalkan Pasar Kewapante.

Selain pemindahan pedagang, Pemda Sikka juga melakukan rekayasa lalu lintas sampai saat ini demi mengarahkan setiap mobil angkutan desa untuk menuju ke Wairkoja tanpa singgah di Geliting.

Meski demikian, kala sore hari para pedagang masih sering menggelar dagangan di pinggir jalan di Geliting. Mereka mengeluhkan pembeli yang enggan ke Wairkoja.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Sikka
Previous ArticleTTS Zona Hijau, PAUD dan SD Tetap Belajar di Rumah
Next Article AHP Dorong Generasi Muda NTT Ikut Pelatihan Daring Kompetensi Nasional

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.