Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Kemensos Anggarkan 2,2 Miliar untuk Kube di Ende
NASIONAL

Kemensos Anggarkan 2,2 Miliar untuk Kube di Ende

By Redaksi22 Agustus 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi dana Kube
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah II menganggarkan dana untuk Kelompok Usaha Bersama (Kube) sebesar Rp 2.200.000.000 untuk keluarga fakir miskin di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Tercatat, ada 110 Kube fakir miskin di Kabupaten Ende yang akan menerima bantuan pemerintah tersebut. Masing-masing kelompok akan mendapatkan dana 20 Juta untuk kegiatan usaha.

Kasubdin Pendampingan dan Pemberdayaan Direktur Penanganan Sosial Wilayah II Kementerian Sosial, Heru Prastiono menjelaskan bantuan serupa juga disalurkan ke 150 Kube di Kabupaten Sabu Raijua, 70 Kube di Kabupaten Kupang dan 30 Kube di Kabupaten TTS.

Dengan bantuan tersebut, kata Heru, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat terutama anggota kelompok terdaftar.

“Jadi, kita melakukan bimbingan teknis ini agar para KPM memahami pengelolaan usaha, adminstrasi dan manajemen yang baik agar usaha kelompok berjalan maksimal,” tutur Heru usai Bimtek di Kantor Bupati Ende, Sabtu (22/08/2020) siang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Ende, Dikson O. Amtiran menerangkan bahwa bantuan tersebut disasarkan kepada keluarga miskin, terutama keluarga fakir miskin yang tidak mempunyai sumber mata pencaharian.

Termasuk keluarga fakir miskin yang mengalami perubahan pendapatan dari kondisi normal menjadi kritis seperti bencana alam atau bencana sosial.

Ia mengatakan, bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dalam rangka menunjang kebutuhan dasar masyarakat terutama sandang, pangan dan papan.

“Bimtek ini sebenarnya untuk mewujudkan sinergisitas antara pemerintah, pemda, dunia usaha, lembaga kesejahteraan sosial dan masyarakat dalam penanganan fakir miskin melalui Bantuan Usaha Ekonomi Produktif baik perorangan, kelompok dan atau masyarakat,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende, Marni Kusuma saat di konfirmasi wartawan mengira bantuan tersebut batal disalurkan akibat dampak dari Covid-19.

Kadis Marmi mengaku bersyukur atas realisasi dana oleh Pemerintah Pusat kepada masyarakat untuk mendorong pengembangan usaha kelompok di Kabupaten Ende.

“Awalnya kita pikir program ini akan dibatalkan karena dampak Covid. Tapi, sekarang tetap jalan. Kita harap kelompok dapat memanfaatkan secara baik dana tersebut untuk berusaha,” katanya.

Ungkapan rasa syukur juga diungkapkan Rosula Kemba, Ketua Kelompok Usaha Desa Kelisamba Kecamatan Ndori dan Primus Solo, Ketua Kelompok Ire Lura di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu.

Kata mereka, dana 20 Juta yang akan direalisasi oleh Pemerintah Pusat sangat terbantu untuk menambahkan modal usaha mereka.

“Selama ini kami kekurangan modal usaha. Semoga bantuan ini dapat memberi semangat kepada kami untuk giat berusaha,” kata Rosula.

“Kami usahanya budidaya wortel dan kentang. Uang ini untuk pengadaan bibit dan pupuk. Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Dinas Sosial Kabupaten Ende yang sudah menerima proposal usulan kami,” kata Primus.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Nasional
Previous ArticleSatgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB dan FPPA Belu Berbagi Kasih dengan Warga di Perbatasan
Next Article Diaspora Manggarai Raya Ajak Pemda Matim Fokus Kelola Pariwisata Ketimbang Tambang

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.