Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Edi-Weng Optimistis Menang di Pilkada Mabar
Pilkada

Edi-Weng Optimistis Menang di Pilkada Mabar

By Redaksi26 Agustus 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bakal calon Wakil Bupati Mabar, Yulius Weng usai diwawancarai wartawan di Kupang, Rabu, 26 Agustus 2020 (Foto: Vox NTT/Tarsi Salmon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Edistasius Endi- Yulius Weng (Edi- Weng) optimistis menang pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. 

Edi- Weng juga tetap membangun komunikasi dan membuka diri terhadap partai politik (Parpol) yang memberi dukungan terhadap mereka untuk maju dalam Pilkada nanti

Hal ini disampaikan Edi dan Yulius kepada wartawan di Kupang, Rabu (26/08/2020).

Bakal calon Wakil Bupati Mabar, Yulius Weng menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengantongi dukungan tiga Parpol dan telah melampaui syarat minimal jumlah kursi di DPRD Mabar.

Syarat minimal untuk mengusung satu pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati adalah enam kursi. Sedangkan pasangan Edi- Weng telah memeroleh tujuh kursi.

Baca: Pilkada Mabar: Edi-Weng Sudah Dapat SK Tiga Parpol

Rinciannya, Partai NasDem ada lima kursi,  PKPI dan PBB masing- masing satu kursi.

“Walau sudah melampaui syarat minimal, kami tetap menunggu perkembangan tambahan dukungan dari Parpol lain, karena kami sebelumnya telah membangun komunikasi dengan hampir semua Parpol di Mabar,” kata Weng.

Ia mengatakan sesuai agenda pendaftaran di KPU Mabar dilaksanakan pada hari terakhir masa pendaftaran yakni 6 September.

Pada hari yang sama, dilakukan deklarasi pasangan bakal calon oleh semua Parpol pengusung. Walau belum dibahas secara tuntas, tetapi jumlah massa yang diikutkan ke KPU dibatasi.

Pihaknya tetap taat terhadap saran dan ketentuan yang berlaku di KPU, yakni 50 orang.

“Bagi para pendukung dan simpatisan yang berkeinginan ikut, akan kami siapkan tenda khusus di tempat lain. Sehingga yang bisa ke KPU paling banyak 50 orang,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai itu.

Ia menyampaikan bahwa semua kegiatan yang dijalankan berkaitan dengan pesta demokrasi, termasuk saat pendaftaran dan deklarasi tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Seperti memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan mengukur suhu badan,” ujarnya.

Bagi massa pendukung dan simpatisan yang tidak memakai masker kata dia, akan disiapkan dan diberikan di pintu masuk.

Bahkan pada acara wuat wa’i (perutusan), protokol kesehatan Covid-19 pun tetap diterapkan.

Baca: Wuat Wa’i Edi-Weng Menuju Pilkada Mabar 2020

“Prinsipnya, kami selalu komunikasi dengan penyelenggara pilkada, Bawaslu, kepolisian dan gugus tugas dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19. Teman- teman di lapangan sedang membahas karena menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dan dijalankan,” tandas Weng.

Senada dengan Weng, bakal calon Bupati Mabar, Edistasius Endi mengatakan pihaknya tetap membuka diri terhadap dukungan dari Parpol, selain tiga Parpol yang sudah memberikan dukungan.

Sebagai seorang politisi, dirinya yakin pasangan Edi- Weng menang pada Pilkada pada 9 Desember 2020.

Bahkan untuk memenangkan Pilkada tersebut, pihaknya telah melakukan konsolidasi di hampir setiap anak kampung yang ada di Mabar.

“Dalam melakukan konsolidasi, kami tidak hanya meminta doa dan dukungan, tapi ingin mengetahui sejauhmana permasalahan yang ada di setiap anak kampung dan ikut merasakan apa yang sedang dialami masyarakat. Sehingga visi- misi yang dirumuskan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat,” terang Edi.

Menjawab pertanyaan tentang sering terjadi visi- misi Bupati berbeda dengan Gubernur NTT, Edi mengatakan, tidak perlu dipersoalkan.

Walau visi-misi berbeda, tetapi bisa diaplikasikan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Sehingga bisa sejalan dengan visi- misi Gubernur NTT, terutama penjabaran program yang turun ke kabupaten. Karena ada program yang sifatnya wajib dan harus dijalankan dengan kabupaten.

“Prinsipnya, visi- misi yang dijabarkan dalam RPJMD harus selaras dengan provinsi dan pemerintah pusat. Karena tujuan akhir dari program yang dijalankan adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jika muaranya pada kesejahteraan rakyat, kita pasti ikut program provinsi dan pusat yang diturunkan ke kabupaten,” kata Edi.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Edi Endi Kota Kupang Yulianus Weng
Previous ArticleDewan Pers Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan di Sulawesi Barat
Next Article Bantuan Rp 600 Ribu dari Jokowi Sempat Molor, Hari Ini Mulai Dicairkan

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.