Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Soal Dugaan Penimbunan Bantuan Covid-19, Dul Wara: Saya Tunggu Perintah Bupati
NTT NEWS

Soal Dugaan Penimbunan Bantuan Covid-19, Dul Wara: Saya Tunggu Perintah Bupati

By Redaksi10 September 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Paket sembako dan beras di ruang bagian ekonomi ini akan disalurkan ke Susteran Jopu (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kepala Bagian Ekonomi Setda Ende Abdullah Gani Gere Wara membantah adanya dugaan penimbunan 350 kg beras dan 10 paket sembako Covid-19 di ruang kerjanya.

Bantuan dari pengusaha tersebut, kata dia, belum dapat disalurkan kepada masyarakat sebelum adanya instruksi dari Bupati Ende H. Djafar H Achmad.

“Memang waktunya cukup lama disini tapi belum ada perintah dari pak Bupati. Saya tidak ada apa-apanya disini, ada atasan saya,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (09/09/2020).

Ia mengakui bantuan pengusaha untuk masyarakat berdampak Covid-19 berupa beras 2.350 kg dan 10 paket sembako seperti yang ditelusuri media ini beberapa waktu lalu. Bukan 2.000 kg beras yang ia sebutkan pada pemberitaan sebelumnya.

Semua bantuan tersebut, kata dia, disalurkan sesuai perintah Bupati termasuk 1.000 kg (1 ton) ke Numba, 740 kg ke Pulau Ende dan 260 kg ke Kecamatan Ndori.

“Jadi betul, memang (jumlah) yang disampaikan pada berita itu benar. Ada 2.350 kg beras dan 10 paket sembako,” katanya.

“Saya tidak berani salurkan tanpa ada perintah dari pak Bupati. Saya memang tidak ambil inisiatif sendiri, saya juga tidak punya kepentingan,” sambung Abdullah.

Mengenai sisa bantuan di ruang kerjanya, kata dia, akan disalurkan ke Susteran di Jopu, Kecamatan Wolowaru. Ia mengklaim bahwa Susteran di Jopu meminta bantuan tersebut.

“Saya mau pinjam pick up untuk antar (bantuan) ke Susteran Jopu. Tapi ada juga bantuan dari saya nanti dua dos mie dan tiga karung beras. Saya tidak enak suster sampai WA (WhatsApp) ke Bapak Bupati, katanya mereka ada 28 orang dan 20 pasien lansia,” kata Abdullah.

Bantah Sembako Kadaluwarsa

Kabag Abdullah membantah atas pernyataan ia saat diwawancarai media ini pada Sabtu 5 September 2020 lalu mengenai 10 paket sembako bantuan Bank Sinar Mas.

Saat itu, ia bilang 10 paket sembako tidak disalurkan karena dianggap tidak layak alias kedaluwarsa.

“Jadi total bantuan itu dua ton dengan 10 paket sembako. Nah, sembako itu sudah tidak layak, sudah kedaluwarsa,”kata Abdullah yang direkap dalam catatan wartawan saat wawancara terpisah pada Sabtu (05/09/2020) lalu.

Baca Juga: Bantuan Beras dan Sembako Covid-19 dari Pengusaha Diduga Ditimbun di Setda Ende

Namun, ia kembali berdalih setelah ditanya wartawan di ruang kerjanya pada Rabu (09/09/2020) di ruang kerjanya.

“Bukan sudah kedaluwarsa, tapi saya khawatir kedaluwarsa karena mie lagi dua bulan masa berlakunya selesai,” katanya.

Pihak Bank Sinar Mas belum dapat dikonfirmasi setelah beberapa kali media ini ke kantor. Dikabarkan, Kepala Bank Sinar Mas sedang sibuk bertugas.

Namun mengenai itu, pihak Bank Sinar Mas telah mengecek masa berlakunya paket sembako. Paket sembako yang berisi lima kilogram beras, sabun, deterjen, minyak goreng dan mie instan, sebut Abdullah, masih berlaku dan akan disalurkan ke Susteran di Jopu Wolowaru.

Bupati Ende H. Djafar H Achmad membenarkan bahwa sisa bantuan oleh para pengusaha tersebut akan disalurkan ke Susteran di Jopu-Wolowaru.

Bupati Djafar telah memerintahkan bagian ekonomi untuk mendistribusikan beras dan sembako ke Susteran sesegera mungkin.

“Benar ari (adik) jo..Suster Jopu yang lansia kurang beras, saya sering kesana juga. Mereka minta, saya cek di bagian ekonomi, ada..saya langsung perintahkan untuk kirim segera,” tulis Bupati Djafar melalui pesan WhatsApp, Rabu malam.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleGagal Ikut Pilkada, Bakal Cabup TTU Biarkan Pendukungnya Golput
Next Article 10.270 Pelaku Usaha Terdaftar di Ende, Valentinus: Tidak Semua Terima 2,4 Juta

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.