Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»SPJ Tidak Kunjung Dibuat, Aparatur Desa Lante Resah dengan Ulah Pjs. Kades
VOX DESA

SPJ Tidak Kunjung Dibuat, Aparatur Desa Lante Resah dengan Ulah Pjs. Kades

By Redaksi19 September 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Stefanus Asaka, kepala Dusun Tana Rata ketika memberikan keterangan kepada VoxNtt.com pada Jumat (17/09/2020) di Ruteng. (Foto: Igen Padur/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Beberapa aparatur Desa Lante, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai mengaku resah terhadap ulah Pjs. Kepala Desa Fransiskus S. Deman yang tidak kunjung membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) pencairan Dana Desa tahap pertama. 

Kepala Dusun (Kadus) Lantar Desa Lante, Tarsisius Apun, mengaku SPJ pencairan Dana Desa tahap pertama di desanya hingga kini belum dibuat.

Sedangkan uang pencairan tahap pertama menurut Tarsisius, sudah dicairkan dan diserahkan langsung bendahara kepada Fransiskus.

Bendahara Desa Lante, ungkap Tarsisius, sudah tidak menjalankan tugas dan fungsinya karena diambil alih oleh Fransiskus.

“Semua uang pencairan tahap satu sudah diserahkan oleh bendahara atas permintaan langsung Pjs. Kepala Desa Lante. Bendahara sudah tidak memegang uang,” katanya kepada VoxNtt.com di Ruteng, Kamis (17/09/2020) sore.

Lantaran SPJ tidak kunjung dibuat, Dana Desa Lante tahap kedua tidak bisa dicairkan.

Akibatnya menurut Tarsisius, berbagai pembangunan fisik yang sudah direncanakan di desanya mandek. Tidak hanya itu, honor seluruh aparatur desa pun belum dicairkan.

Kadus Tana Rata Desa Lante, Stefanus Asaka, pun mengungkapkan hal yang sama.

Ia mengungkapkan sejak Mei hingga Agustus 2020, segenap aparatur Desa Lante tidak menerima gaji.

Ia mengaku dirinya bersama seluruh aparatur Desa Lante sempat mempertanyakan kejelasan anggaran, termasuk mereka yang tidak kunjung cair.

Namun Pjs. Kades justru menyampaikan bahwa ada regulasi terbaru yang mengatur tentang mekanisme pencairan honor aparatur desa.

“Dia (Pjs) bilang ke kami bahwa sudah ada Peraturan Bupati terbaru. Di peraturan itu memuat tentang perubahan pencairan gaji perangkat desa. Perubahan yang dimaksudkan itu untuk menggeser pencairan honor perangkat desa,” kata Stefanus.

Stefanus juga mengungkapkan ada sejumlah kejanggalan yang ditemukannya selama menjalani tugas sebagai aparatur Desa Lante.

Kejanggalan itu menurut dia, berhubungan dengan pembangunan jalan tani.

“Pembangunan jalani tani, yang belum lengkapnya papan informasi. Kemudian masih ada lanjutan kegiatan penggalian got. Kemudian menurut pengamatan kami bahwa selama ini tidak terbentuk PPK,” ungkapnya.

“Kami sempat usulkan bahwa bentuk dulu PPK sebelum mulai kerja. Namun itu tidak dibentuk. Papan informasi juga tidak dibuat. Ada juga TPT (Tembok Penahan Tanah) di kampung Kolang desa Lante. Semuanya belum rampung,” lanjut dia.

Sebab itu, ia mengharapkan bantuan Pemerintah Kabupaten Manggarai agar polemik di Desa Lante segera diselesaikan.

Sementara itu, Pjs. Kepala Desa Lante Fransiskus S. Deman mengatakan keterlambatan pencairan Dana Desa tahap dua dikarenakan belum diselesaikannya pembangunan fisik tahap satu.

“Kalau kami sudah selesaikan fisik ini baru kami buat SPJ-nya. Setelah itu selesai baru ajukan pencairan tahap dua,” ujar Fransiskus ketika dimintai komentanya melalui sambungan telepon, Jumat (18/09/2020) pagi.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Desa Lante Manggarai
Previous ArticleDeno Kamelus Pernah Disuruh Berhenti Kuliah karena Keterbatasan Biaya (2)
Next Article Charles Ngeo, Bocah Penjual Sayur Ingin Jadi Tentara

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.