Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Di Maunori Nagekeo, Suara Adzan Jadi Penanda Doa Angelus
HEADLINE

Di Maunori Nagekeo, Suara Adzan Jadi Penanda Doa Angelus

By Redaksi15 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosko Do menyerahkan Bansos Kesra untuk pembangunan Kapela Santo Rafael Watunggegha, Keotengah, Kamis (15/10/2020). (Foto: Patrick Romeo Djawa/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Suara adzan Dzuhur dari Masjid Rahmat Allah, Desa Kotodirumali berkumandang pada Kamis (15/10/2020) siang. Pembicaraan Pastor Servasius Sai pun tiba-tiba terhenti.

Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Maunori itu mengajak beberapa pengurus stasi dan tamu yang hadir untuk melantunkan Doa Angelus di pelataran Kepela Santo Rafael Watunggegha, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo.

Ia mengatakan, suara adzan dari masjid menandakan waktu sudah pukul 12.00 Wita. Saat umat Islam mengumandangkan adzan untuk shalat Dzuhur, saatnya pula bagi umat Katolik untuk mendaraskan Doa Angelus.

Salah seorang umat yang turut khusuk dalam Doa Angelus di kapela itu adalah dokter Yohanes Don Bosko Do.

Bupati Nagekeo itu berada di Kepala Santo Rafael Watunggegha saat melakukan kunjungan kerja. Ia datang menyalurkan hibah bantuan sosial kesejahteraan rakyat (Bansos Kesra) untuk pembangunan kapela itu.

Hibah Bansos Kesra diberikan Bupati Nagekeo melalui buku tabungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) kepada Gaspar Waja selaku Ketua Lingkungan Kapela itu. Totalnya mencapai Rp100 juta.

Dalam kesempatan itu, Bupati Nagekeo mengatakan pemberian bantuan pembangunan Kapela Watunggegha sempat tersendat setelah pemerintah melakukan refocusing anggaran dalam menghadapi dampak negatif pandemi Covid-19.

Menurut Bupati Don, agama mempunyai peran penting dalam kehidupan bernegara. Agama menjadi fondasi bernegara sekaligus menentukan tujuan akhir sebuah negara.

“Saya memperhatikan betul sisi-sisi pembangunan rohani. Bangunan ini jangan sampai hanya sebagai lambang adu gengsi dengan kapela lain. Gereja harus menghadirkan Kristus dalam diri umat,” kata Don.

Pastor Servasius Sai berterima kasih atas perhatian pemerintah. Ia mengatakan bantuan hibah dari pemerintah akan sangat membantu proses akhir pembangunan kapela itu.

“Perjuangan untuk pembangun kepala sudah cukup lama dan baru jadi dua tahun terakhir setelah bapak David Daki menjadi ketua panitia. Semoga dengan bantuan ini akan sedikit meringankan beban umat,” kata Pastor Servas.

Selama ini anggaran untuk pembangunan kapela merupakan swadaya umat Stasi Santo yang berjumlah 1.050 kepala keluarga. Mereka tersebar di dua wilayah desa, yakni Desa Witurombaua dan Desa Kotodirumali. Mereka menanggung biaya Rp8 juta per kepala keluarga.

Sebelumnya, Bupati Nagekeo menyambangi dua tempat ibadah di Aeramo, yakni Gereja Katholik Yesus Kerahiman Ilahi dan Masjid Nurul Jihad. Di dua tempat ibadah itu, Bupati Don juga menyerahkan bantuan serupa.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Yohanes

Nagekeo Yohanes Don Bosco Do
Previous ArticleKompak Indonesia Desak KPK Periksa Pemegang Saham Foster Oil & Energy
Next Article Warga Besipae Dianiaya, Pemprov NTT Dikecam Komnas HAM dan Dilaporkan ke Polisi

Related Posts

Dua Anggota Eks Polres Nagekeo Terseret Skandal, Satu DPO dan Satu Lolos lewat Restorative Justice

16 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Bambang Nurdiansyah Sampaikan Hak Jawab, Bantah Terima Dana dari PT Waskita Karya

11 Juni 2026
Terkini

Ketika Pendidikan Anak Terancam, Di Mana Peran Keluarga?

16 Juni 2026

Dua Anggota Eks Polres Nagekeo Terseret Skandal, Satu DPO dan Satu Lolos lewat Restorative Justice

16 Juni 2026

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.