Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Usai Acara Adat, Puluhan Warga Kie Keracunan
KESEHATAN

Usai Acara Adat, Puluhan Warga Kie Keracunan

By Redaksi5 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi keracunan makanan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, Vox NTT-Puluhan warga di Desa Naileu, Kecamatan Kie, Kabupaten TTS muntah-muntah dan sakit setelah pulang dari sebuah acara pesta adat. Mereka diduga keracunan makanan.

Okto Boymau, salah seorang warga asal Desa Naileu di Group WA VoxNTT.Com Wilayah TTS, menginformasikan pada Kamis (05/11/2020) sore hingga malam dilaksanakan acara adat di rumah salah seorang warga bernama Risen Boymau. 

Setelah acara pesta adat tersebut, jelas Okto Boymau, belasan warga mengalami sakit perut, menceret dan muntah-muntah.  

“Informasi terakhir sudah 17 orang dilarikan ke Puskesmas Kie untuk dirawat di sana. Yang lainnya belum dilarikan ke puskesmas,” jelas Boymau yang mengaku Rabu (04/11/2020) baru pulang ke Kupang dari kampung halamannya tersebut. 

Pihak Dinas Kesehatan TTS yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), dokter Mathilda Kase, mengatakan, pihaknya segera melakukan pengecekan terkait informasi tersebut. 

Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan TTS, dokter Mathilda Kase (Foto: Dok. Pribadi)

“Kami cek ke Puskesmas KiE. Karena sejauh ini, pihak dinas belum mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut,” ujar dokter Mathilda Kase. 

Anggota DPRD TTS Askenas Afi, yang dikonfirmasi secara terpisah, membenarkan kejadian keracunan massal tersebut. 

“Saya sudah cek. Informasi keracunan massal itu benar terjadi. 17 Orang sudah dirawat di puskesmas. Yang lainnya belum dievakuasi,” ujar Askenas. 

Politisi NasDem ini pun meminta pihak Dinkes TTS maupun puskesmas untuk melakukan penanganan secara darurat kepada para pasien. 

“Kita minta pihak kesehatan segera melakukan respon cepat. Saya segera ke lokasi untuk melihat langsung kondisi warga yang mengalami keracunan massal tersebut,” tutup Askenas. 

Penulis: L. Long
Editor: Ardy Abba

Dinkes TTS TTS
Previous ArticleKemenparekraf Fasilitasi Pendaftaran Kekayaan Intelektual untuk Pelaku Usaha di Kota Kupang
Next Article Agus Kabur: Pilih Bupati, Bukan Pilih Keluarga 

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.