Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Rangkap Jadi PPK Proyek RSUD, Pengadaan Obat untuk Puskesmas di Matim Telantar
KESEHATAN

Rangkap Jadi PPK Proyek RSUD, Pengadaan Obat untuk Puskesmas di Matim Telantar

By Redaksi26 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris Dinkes Matim, Dokter Surip Tintin
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com- Kegiatan pengadaan obat untuk puskesmas di Manggarai Timur (Matim) pada tahun 2016 lalu telantar.

Terbengkelainya pengadaan obat ini diduga terjadi karena Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Matim, Pranata Kristiani Agas merangkap tugas. Ia juga merangkap sebagai PPK pada proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Matim.

Apalagi saat pengerjaan proyek RSUD tahun 2016 lalu itu, PPK dikabarkan sibuk menghadapi berbagai sorotan sejumlah pihak. Hal ini tentu saja menambah beban tugasnya, sehingga pengadaan obat tidak dilakukan.

Baca: PPK Undur Diri, Pembangunan Lanjutan RSUD Matim Diserahkan ke PU

“Jadi beban yang dititipkan puskesmas akhirnya batal, tidak jadi tender. Tidak jadi dilaksanakan pengadaannya. Dan memang tidak terjadi,” kata Sekretaris Dinkes Matim, Dokter Surip Tintin saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (17/2/2017).

Tintin menjelaskan sikap Dinkes yang mengambil alih belanja obat ini bermula saat ada pengendapan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2016 di rekening puskesmas.

Baca: Dana Jaminan Kesehatan Mengendap di Rekening Puskesmas, PDIP Matim Kesal

Itu terjadi karena pihak puskesmas tidak mau menggunakan dana tersebut lantaran bingung mengelolanya. Mereka takut jika dipaksakan maka berpotensi terkena masalah.

Karena itu, Dinkes membantu puskesmas membelanjakan obat tersebut menggunakan sistem E-Purchasing. Sistem ini merupakan tata cara pembelian barang/jasa dengan menggunakan katalog elektronik.

“Dinas memberi peluang untuk coba dikumpul aja ke dinas, nanti baru kami bantu belanjakan menggunakan sistem E-Purchasing,” tegasnya.

“Waktu itu di pertengahan jalan ada PPK yang mengundurkan diri tidak mau ngurus rumah sakit, akhirnya Ibu Ani (Pranata Kristiani Agas) PPK rumah sakit, mana dia urus JKN, mana urus rumah sakit. Jadi kenapa belanja obat 2016 tidak diadakan, karena kosentrasi banyak dipakai ngurus rumah sakit yang nota bene huru-hara waktu itu,” tambah Dokter Tintin.

Kepala Puskesmas Mok yang dikonfirmasi di tempat terpisah membenarkan hal tersebut. Ia mengaku sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan obat walaupun sudah menyetor sejumlah uang kepada seorang pejabat di Dinkes Matim.

“Ada 10 juta. Tapi sampai saat ini belum dibelikan,” katanya saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (15/2/2017).

Sedangkan, pejabat yang dikabarkan menerima setoran tersebut belum berhasil dikonfirmasi walaupun wartawan sudah berusaha menemuinya di kantor Dinkes. (Ano Parman/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleWarga Resah Isu “Politik Uang” Merebak di Pilkades Golo Wune Matim
Next Article Warga Maras Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan Inspektorat Matim

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.