Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Dishub dan Disperindagkop Matim Kompak Bakal Jadikan Terminal Kembur sebagai Pasar
Ekbis

Dishub dan Disperindagkop Matim Kompak Bakal Jadikan Terminal Kembur sebagai Pasar

By Redaksi23 Februari 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Matim Gaspar Nanggar (Foto: Filmon Hasrin/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Meski sedang dirundung kasus dugaan korupsi, Terminal Kembur di Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) bakal disulap dan beralih fungsi.

Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Matim kompak bakal menjadikan Terminal Kembur sebagai area pasar baru.

Terminal Kembur akan difungsikan pada Maret 2021 ini, setelah sekian lama mubazir karena tidak difungsikan dengan baik.

Pantauan VoxNtt.com, Senin (22/02/2021), Terminal Kembur dibersihkan oleh para pegawai dari dua dinas itu.

Setelah dibersihkan, tampak tidak ada lagi rumput liar yang menghiasi terminal. Tidak ada lagi kotoran hewan. Toilet pun tidak lagi jorok seperti sebelumnya. Beberapa fasilitas seperti pintu juga sudah diperbaiki.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Matim Gaspar Nanggar mengatakan, Terminal Kembur akan tetap dioptimalkan sesuai dengan fungsinya.

Optimalisasi Terminal Kembur akan diatur melalui sosialisasi dengan mengirimkan surat ke instansi pemerintah seperti Camat dan Lurah, dan kemudian ke pengusaha dan sopir.

“Kami akan mengoptimalkan terminal ini mulai hari ini, dan hari ini kami mulai memperbaiki WC yang sudah rusak karena apabila sudah ada aktivitas dan penumpang yang datang pasti membutuhkan toilet (WC). Kemudian kami akan melakukan sosialisasi dengan mengirim surat yang akan ditujukan kepada Camat, pengusaha, dan sopir yang ada di wilayah Manggarai Timur,” kata Gaspar kepada VoxNtt.com, Senin siang.

Gaspar mengatakan, awal Maret 2021 mendatang semua kendaraan akan digiring masuk ke Terminal Kembur dan membayar karcis. Sebab di Terminal Borong tidak ada lagi pungutan karcis.

“Bagi Kendaraan yang membawa penumpang cukup masuk ke Terminal Kembur lalu membayar karcis dan membawa kembali penumpangnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Manggarai Timur Fransiskus P. Sinta mengatakan, Terminal Kembur salah satu pusat pemukiman yang baru dan jumlah penduduknya banyak.

Selain itu, wilayah Kembur juga kebanyakan pegawai. Namun kata dia, kendala yang dihadapi oleh masyarakat Kembur adalah akses pasarnya jauh karena mereka harus ke pasar Borong.

Atas pertimbangan itu, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM bersama Dinas Perhubungan berinisiasi agar lahan Terminal Kembur bisa dikolaborasikan untuk dijadikan pasar.

Kemungkinan Maret 2021, kata Fransiskus, Terminal Kembur bisa dijadikan pasar.

“Kita upayakan di sini sudah bisa ada pasar,” ungkapnya.

Fransiskus berharap ketika ada pasar di Terminal Kembur nanti, maka tidak ada lagi cerita pembeli bertumpuk di pasar Borong.

Apalagi, lanjut dia, banyak pedagang di pasar Borong yang tidak memiliki tempat jualan.

Sebagai informasi, saat ini Kejaksaan Negeri Manggarai sedang menyelidiki dugaan korupsi pembangunan Terminal Kembur dan Tambatan Perahu Pota.

Sejumlah pejabat penting dimintai keterangan oleh Kejari Manggarai. Mereka ialah mantan Bupati Matim Yosef Tote, Sekda Matim Boni Hasudungan Siregar yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bappeda, Sekda Manggarai Fansi Aldus Jahang yang kala itu menjaba sebagai Kadishub, dan mantan Kepala Inspektorat Matim Mikael Kanjuru.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim Terminal Kembur
Previous ArticleTokoh Agama Minta Kejagung Pertahankan Penyidik Kasus Tanah Keranga
Next Article Pembunuhan di Maktihan-Malaka, Keluarga Korban: Harus Dihukum Mati

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.