Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Kapolres Manggarai Beri Bantuan Sembako untuk Tiga Penderita Cacat Fisik di Rahong Utara
KOMUNITAS

Kapolres Manggarai Beri Bantuan Sembako untuk Tiga Penderita Cacat Fisik di Rahong Utara

By Redaksi7 Maret 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolres Manggarai AKBP Mas Anton Widyodigdo bersama rombongan Polres Manggarai dan perwakilan dari Relawan Yayasan Ani's Manggarai menyerahkan bantuan kepada pihak keluarga (Foto: Igen Padur/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Manggarai AKBP Mas Anton Widyodigdo kembali melakukan kegiatan sosial. Kali ini ia mengunjungi tiga penderita cacat fisik di Kecamatan Rahong Utara Kabupaten Manggarai, NTT, Jumat (05/03/2021).

Mas Anton berangkat mengunjungi tiga penderita cacat fisik tersebut didampingi oleh rombongan dari Polres Manggarai dan perwakilan dari Relawan Yayasan Ani’s Manggarai.

Ketiga penderita cacat fisik itu yakni Ermelinda Gamung (15), Efitriana Sulastika Murni (16) dan Kornelis Jehanu (57). Ketiganya berasal dari Kampung Loi, Desa Buar, Kecamatan Rahong Utara.

Ermelinda Gamung menderita cacat fisik sejak ia berusia sembilan bulan. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tidak mengalami perubahan. Situasi itu membuat Ermelinda hanya bisa baring di rumah sakit tanpa bisa duduk dan berjalan. Kedua orangtuanya pun harus rela bergantian menjaga dan mengurus Ermelinda.

Sedangkan Efitriana Sulastika Murni menderita cacat fisik setelah ia jatuh dari tempat tidur. Kejadian itu terjadi saat putri dari Katarina Halima (48) Hermanus Atur (49) itu berusia sembilan bulan.

Kedua orangtuanya sempat membawa Efitriani ke rumah st. Rafael Cancar. Di sana, ia dirawat selama dua minggu. Setelah itu, kedua orangtua membawa Efitriani ke RSUD dr. Ben Mboi untuk terapi. Namun, terapi itu tidak membuat Efitriani sembuh. Ia mengalami lumpuh sampai saat ini.

Berbeda dengan Kornelis Jehanu, ia mengalami sakit stroke sejak tahun 2014. Hingga saat ini ia tidak bisa berjalan dan melihat. Sehari-hari, ia hanya bisa tinggal di rumah.

Ketiga penderita cacat fisik itu mendapatkan sentuhan bantuan dari Polres Manggarai. Bantuan yang diberikan berupa sembako. Sembako itu diberikan langsung oleh Kapolres Manggarai bersama rombongan.

Mas Anton menyampaikan bahwa selama ini ia telah menyampaikan kepada anggotanya yang bertugas sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk memantau kondisi masyarakat dan melaporkan padanya jika ada warga yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Kunjungan tersebut menurut Mas Anton, dilakukan karena telah mendengar laporan yang disampaikan oleh Bhabinkamtibmas. Laporan itu berisi tentang tiga orang penderita cacat fisik yang membutuhkan bantuan.

Katarina Halim, ibu dari Efitriana Sulastika Murni menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Manggarai yang telah membantu putrinya.

“Terima kasih kepada bapak Kapolres Manggarai yang sudah mengunjungi dan membantu putri kami,” ujar Katarina.

Sementara itu, Nona Masad, Relawan Yayasan Ani’s Manggarai mengucapkan rasa bangganya karena bisa bergerak bersama Kapolres Manggarai dan anggotanya dalam kegiatan memberikan bantuan kepada kelompok difabel.

Ia kemudian mengharapkan agar melalui kegiatan tersebut, masyarakat Manggarai semakin tertarik untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan.

Karena masih banyak mereka yang membutuhkan bantuan. Diharapkan ke depannya semakin banyak lagi orang berempati dan peduli dengan kegiatan kemanusiaan.

“Seperti yang selalu kami gaungkan di Yayasan ANI’S “Stop Talking Start Doing” (berhentilah berbicara mulailah melakukan),” tutupnya.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Kapolres Manggarai Manggarai Polres Manggarai
Previous ArticleCerpen: Beberapa Menit Bersama Sarina
Next Article Frater asal Bajawa di Biara San Juan Kupang Diduga Tewas Gantung Diri, Begini Kronologinya

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.