Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Aku Tak Tahu
Sastra

Aku Tak Tahu

By Redaksi21 Maret 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Antologi Puisi Yohanes Mau

Aku Tak Tahu

Waktu telah pergi mimpiku jadi kaya pun turut serta lenyap
Mungkinkah aku tidak fokus?
Bukan, aku telah fokus dan memilih menjadi miskin diantara yang miskin agar oleh miskinku mereka menjadi kaya dalam kebajikan.

Aku ingin fokus pada kekayaan duniawi tapi bagiku itu hanyalah buang-buang waktu.

Jangan membiarkan hampa menghampirimu tapi jamahlah sudut-sudut hati yang sedang menahan pedih oleh tamak dan rakus dunia ini.

Kini aku sedang menuju itu
Aku pasti tiba pada itu namun sampai kapan

Aku tak tahu
Bahkan siapa pun tak akan tahu hingga kekal.

Ilizwi Biblical Centre-Zimbabwe, 15/03/2021.

Ah Biduk

Mendayung biduk hingga matahari sandar di belahan bukit samudra Hindia
Namun di sana pun tak ada satu dua ikan tembang yang sangkut

Jala terkuak oleh derasnya badai topan
Muzafir hanyut dalam arus gelombang
Hati tak menentu

Pulang senja tidur pun tanpa selimut
Dingin menusuk kalbu
Goreskan luka pada ujung sunyi

Menjadi nostalgia untuk esok
Ah biduk aku tak berdaya lagi
Menepikanmu di tepian telaga
Menjemput mentari
pada subuh yang dingin.

Ilizwi Biblical Centre-Zimbabwe, 09/03/2021.

Seandainya

Berat rasa hati memetik bintang itu
Karena yang ada padaku hanyalah seandainya
Tiada lagi fajar seperti kemarin

Ia pergi dan tak kembali lagi
Karena Ia bukan matahari
Ia hanyalah debu yang terurai dan menghipnotis mata
Selanjutnya selesai di batas senja.

Ilizwi Biblical Centre-Zimbabwe, 11/03/2021.

 

Yohanes Mau
Previous ArticleDiputus Bebas, Hakim Ibnu: Jonas Salean Terbukti Korupsi, Pengamat: Keputusan Hakim di Luar Logika
Next Article Terus Meroket, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Manggarai Kini Berjumlah 16 Orang

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.