Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Menilik Statistik Kemiskinan di NTT selama Pandemi, Angkanya Bertambah
NTT NEWS

Menilik Statistik Kemiskinan di NTT selama Pandemi, Angkanya Bertambah

By Redaksi29 Maret 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: IDN Times)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com-Sampai September 2020, terdapat 1.175.530 orang miskin di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Jika dibandingkan dengan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun-tahun sebelumnya, angka ini bisa dibilang merupakan yang tertinggi sejak Maret 2016.

Persentase ini meningkat sebanyak 0,31% poin terhadap Maret 2020 dan 0,59% poin atau naik 19,77 ribu terhadap September tahun sebelumnya.

Di antara 21 kabupaten dan satu kota di Provinsi NTT, Kabupaten Sumba Tengah memiliki persentase penduduk miskin terbanyak, yakni 34,49 %. Diikuti oleh Kabupaten Sabu Raijua sebanyak 30,18 % dan Kabupaten Sumba Timur 29,65 %.

Kota Kupang menjadi wilayah dengan tingkat jumlah penduduk miskin paling sedikit, yakni 8,96 %. Akumulasi tiap daerah kabupaten/kota menempatkan NTT sebagai provinsi dengan persentase penduduk miskin terbanyak ke-tiga di Indonesia setelah Provinsi Papua (26,80%) dan Provinsi Papua Barat (21,70%).

Tingkat Pengangguran Meningkat

Di satu sisi, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTT meningkat  1,14 %. Angka ini naik dari sebelumnya sebesar 3,14 pada Agustus 2015 menjadi 4,28 per Agustus 2020. Kondisi ini cukup diperparah dengan hadirnya pandemi Covid-19 yang mendera sejak awal tahun kemarin.

Diketahui, sebanyak 373,22 ribu penduduk usia kerja (9,57 %) terdampak Covid-19 pada Agustus 2020. Sebanyak 13,76 ribu penduduk menjadi penganguran. 4,98 ribu penduduk menjadi bukan angkatan kerja. 16,50 ribu penduduk sementara tidak bekerja, kemudian penduduk yang mengalami pengurangan jam kerja/shorter hours mencapai angka 337, 98 ribu.

Penulis: Erik

Kemiskinan NTT Kota Kupang
Previous ArticleIni Kisah JAD, Jaringan Teroris Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar
Next Article Gubernur Viktor Laiskodat Siap Menghadapi Teroris

Related Posts

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

SPPG Oebobo TDM Tidak Beroperasi Sementara, Pengelola Sebut Kendala Pengadaan Bahan Baku

9 Juni 2026

Kuasa Hukum Gama Ferroh Desak Polda NTT Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Akun TikTok “Lika Liku”

8 Juni 2026
Terkini

Sensus Ekonomi 2026: Mengapa Kita di NTT Tidak Boleh Asal Memberi Jawaban?

13 Juni 2026

Muskab PBVSI Sikka Tetapkan Rofinus Luer sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

13 Juni 2026

Hati Tak Bernoda: Istana Kasih dan Bait Allah Penemuan Diri

13 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.