Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Malam Ini: Antologi Puisi Yohanes Boli Jawang
Sastra

Malam Ini: Antologi Puisi Yohanes Boli Jawang

By Redaksi5 Juni 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Malam Ini

Malam sudah hampir larut

Lalu katamu aku ingin kita tinggal bersama malam

Katamu lagi menghangatkan malam

Pada hati yang pilu

Kau berlalu begitu saja bersama malam

Kau ciptakan mimpi di dalamnya

Selamat malam untukmu dan mungkin malam kita

Selalu ada rindu untuk malammu dan malamku

 

#PemulungKata

Untukmu Pencari Nafkah

(Untuk Pemulung)

 

Mentari mulai mengusung pagi 

Tak ada kata letih, bahkan lelah

Di bawah terik mentari

Engkau mengayuh langkah

Deru kota, luapan asap kau lalui

Tak ada yang peduli

Mata berkata memancar senyum

Sekalian menyapa alam, menjaga bumi

Dari bekas-bekas

Kau jadikan berberkas-berkas

Kau tidak mencolong

Tapi sekalian menolong

Melangkah sekali pun kau haru merogoh saku

Mentari semakin menunjukan kecongkakan

Keringat mengucuri tubuh

Membasuh setiap langkah-langkahmu

Langkah kaki yang tak pernah terhenti

Untuk yang halal

Tapi tidak meng-halalkan

Cianjur, 02/06/2021

Hanya Tentang Hidup

Aku ingin hari ini kembali pada hari esok

Saat pagi mulai menyambut hujan di bawah embun 

Ku hadirkan lagi kisah yang mungkin tak sempat ku tulis

Aku hanya ingin mengukir kisah dan kasih

Karena kasak-kusuk terlalu menganggu

Di bawah awan kelabu

Hujan masih menyiram pagi dengan lembut

Aku ingin hari-hari berikut

Tetap terukhir dalam kasih

Dalam heningg alam

Menembusi riuhnya dunia

Masihkah ada kasih?

Cianjur, 02 juni 2021

Masih pagi

Di persimpangan jalan

Siapakah aku?

Bila kata mereka begitu,

Aku hanya punya diam untuk berkata tentang sesuatu

Bila kata mereka melelahkan

Aku hanya punya menunggu dan tak pernah berkata lagi

Aku ingin selalu berpikir dengan hati yang selalu merasa

Bila kata mereka terlalu meragukan

Aku hanya punya kata yakin yang tak terucap

Karena

Senja akan selalu menanti mentari di balik awan kelabu

Dan bila malam akan datang senja akan tahu kapan ia harus beranjak

 

#PemulungKata

Pengorbanan 

 

Kasak-kusuk terlalu meyibukan

Padahal waktu tak pernah berkeluh

Untuk jalan yang masih panjang

Kita perlu perjuangan

Kadang kata hanya bisa jadi penghibur

Lalu apa yang kita inginkan?

#PemulungKata

Yohanes Boli Jawang adalah Mahasiswa S1 Filsafat Univesitas Parahyangan Bandung

Yohanes Boli Jawang
Previous ArticleAkhir Agustus
Next Article Gadis Bermata Biru

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.