Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Mahfud Md: Penyerapan Anggaran Covid di Daerah Masih Rendah
NASIONAL

Mahfud Md: Penyerapan Anggaran Covid di Daerah Masih Rendah

By Redaksi30 Juli 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Menko Polhukam, Mahfud Md.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT  – Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti soal penyerapan anggaran penanganan virus Corona (COVID-19) di darah-daerah.

Menurut Mahfud, penyerapan anggaran masih rendah karena ada aturan yang ketat. Demikian berita yang dirilis detik.com, Kamis (29/07/2021).

“Tadi kami juga baru rapat sebelum ke sini (dialog virtual) ada rapat. Salah satu keluhan itu, catatan Presiden yang tadi disampaikan ke para menteri, anggaran refocusing di daerah-daerah itu, belum ada yang menyerap lebih dari 20%. Ini sudah akhir Juli. Baru sedikit sekali,” kata Mahfud saat dialog virtual bersama Walubi, PHDI, dan Matakin tentang penanganan COVID-19, Kamis (29/7/2021).

Mahfud menilai lambatnya penyerapan anggaran disebabkan oleh aturan penggunaan anggaran. Jadi, pemerintah daerah tidak asal mengeluarkan uang.

“Sehingga dicari cara, karena tidak salah juga, orang mau mengeluarkan anggaran itu kalau menurut aturan yang resmi kan harus ada kuitansi, pengajuan ini, disetujui ini, nanti yang menerima harus ini, itu, ada buktinya semua,” tuturnya.

Pemerintah, kata Mahfud, khawatir jika prosedur pencairan dana dilonggarkan akan timbul penyelewengan dana.

Sedangkan Mahfud Md mengatakan saat ini masyarakat sedang membutuhkan bantuan.

“Kalau diperlonggar, tadi juga ada catatan dari sidang kabinet itu ya, ada dilema memang kata Bu Sri Mulyani itu, di Pemda itu nanti kalau diperlonggar pencairannya, pokoknya sudah gunakan saja, nanti pertanggungjawabannya tidak bisa dilakukan, bisa dibelokkan ke hal lain,” ujarnya.

“Tapi kalau rigid, diperketat, mereka tidak bergerak, padahal rakyatnya butuh cepat. Ini kan bantuan Bapak-bapak dan Ibu-ibu di lapangan nanti kerja sama dengan pemerintah dam masyarakat dalam rangka penyadaran ini,” imbuhnya.

Penulis: Long
Sumber: detik.com

Nasional
Previous Article14 Ribu Lebih Anak di TTS Belum Punya Akta Kelahiran
Next Article Animo Masyarakat Tinggi, Stok Vaksin di TTU Kosong

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026

Benny Harman: Jurnalis Berperan Jaga Hukum dan Pluralisme di Labuan Bajo

10 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.