Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Tantangan Penanganan ODHA di Masa Pandemi, Apa Langkah KPA NTT?
KESEHATAN

Tantangan Penanganan ODHA di Masa Pandemi, Apa Langkah KPA NTT?

By Redaksi18 September 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rapat koordinasi Penanggulangan HIV/AIDS di NTT. Rapat digelar di Swiss Berlin Hotel, Jumat, 17 September 2021
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Di masa pandemi Covid-19, kesulitan terbesar bagi para tenaga medis adalah membagi peran untuk menangani pasien penyakit berbahaya lain, seperti HIV/AIDS.

Saat semua tenaga kesehatan fokus pada penanggulangan Covid-19 banyak Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang selama ini sudah terjaring hilang kontak dan tidak lagi konsumsi obat.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi NTT, dr. Husein Pancratius, mengatakan pihaknya menggelar rapat koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2021 pada Jumat 17 September 2021.

Rapat itu bertujuan membangun sebuah komitmen bersama untuk mengatasi persoalan ODHA yang selama ini hilang kontak karena masa pandemi Covid-19.

Menurut Husein, rapat koordinasi melibatkan sekretaris KPA kabupaten/kota, komunitas dan yayasan yang peduli dengan HIV/AIDS.

“Begini, ada yang meninggalkan pengobatan HIV di masa pandemi ini, padahal tujuan obat itu menekan virus dalam darah. Virus tidak hilang tapi turun. Tujuan juga supaya jangan jadi AIDS. Kita cegah karena kebanyakan mereka berada di usia produktif. Ibu hamil misalnya kalau minum obat anaknya tidak tertular. Jadi tujuan konsumsi obat itu untuk menekan penularan,” jelas Husein.

Persoalannya, demikian Husein, adalah bagaimana mereka yang sudah terjaring itu dikoordinasi secara baik. Supaya mereka bisa kembali dan minum obat.

“Kita sekarang membahas caranya karena ini tidak bisa mengandalkan tenaga kesehatan,” katanya.

Karena itu, ia meminta agar orang kesehatan harus mengaku dan menyerahkan ini kepada KPA. Selama ini KPA sudah bekerja mencari sebanyak-banyaknya orang yang berisiko tinggi.

“Di mana ada transaksi seksual tinggi, juga di mana masyarakat yang paling banyak bekerja di luar daerah,” imbuh dia.

Selain menghasilkan langkah strategis untuk mengembalikan komunikasi yang terputus akibat pandemi dengan ODHA, Husein juga menyebut ada langkah lain yang perlu diambil untuk melakukan tes secara menyeluruh.

“Lebih khusus bagi tenaga kerja asal NTT yang keluar daerah. Saat pergi mereka diperiksa secara ketat saat pulang mereka tidak ada pemeriksaan padahal sebetulnya mereka adalah orang-orang yang berisiko tinggi sebagai penular HIV/AIDS,” pungkasnya.

Data terkini jumlah orang terinfeksi HIV AIDS di NTT sebanyak 7662 orang, terbanyak masih berada di Kota Kupang yakni sebesar 3903 orang.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang
Previous ArticlePolemik Penetapan Bakal Calon Kades di Satar Lenda Berujung di Panitia Kabupaten
Next Article Bagaimana Mungkin?

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.