Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Bagaimana Mungkin?
Sastra

Bagaimana Mungkin?

By Redaksi18 September 20211 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Puisi

Oleh: Fransiskus Sardi*

Bagaimana mungkin saya berada di rumah, sementara saya tidak memiliki rumah.

Bagaimana mungkin saya dilarang ke mana-mana, sementara tempat tinggal saya ada di mana-mana.

Bagaimana mungkin saya bekerja dari rumah menggunakan alat-alat elektronik, sementara semua barang-barang itu tidak ada pada saya.

Bagaimana mungkin saya harus bersedekah dengan orang lain, sementara untuk makan sehari pun saya harus mencarinya seminggu.

Bagaimana mungkin saya harus berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa di tengah pandemi, sementara pandemi kelaparan sudah ada sejak aku masih dibentuk dalam kandungan ibuku, sejak keluargaku, dan itu masih ada hingga saat ini.

Bagaimana mungkin hal ini bisa aku atasi. 

Mudah bagi kaum borjuis mengatakan bekerja dari rumah saja Bang, susah bagi proletar yang tak mempunyai pekerjaan mapan; para pekerja serabutan

Gampang tuk katakana ‘semua wajib mengenakan masker’ TAPI Bagaimana denganku yang membeli celana dalam pun tak bisa.

Masker itu hanya buat mereka yang memiliki harta berlimpah, sebab banyak wajah memborong masker, banyak rupa menjual mahal.

Sedih menjadi saya. Saya siapa? Bagaimana mungkin?

*Fransiskus Sardi, Mahasiswa NTT sedang belajar di Yogyakarta

 

Fransiskus Sardi
Previous ArticleTantangan Penanganan ODHA di Masa Pandemi, Apa Langkah KPA NTT?
Next Article Puisi: Tentang Waktu

Related Posts

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026

Senja di Atas Batu Sisa

13 April 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.