Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍Sebagian Warga Desa Gurung Liwut Kekurangan Air Bersih
Regional NTT

‍‍‍‍‍‍‍‍‍‍Sebagian Warga Desa Gurung Liwut Kekurangan Air Bersih

By Redaksi13 November 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Matim Yos Marto
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Warga di Kampung Paka, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), mengalami krisis air minum bersih selama satu tahun terakhir.

“Debit airnya mungkin tidak ada. Kan ada dua sumber airnya di sini yang dipakai, mulai dari Rehes, yang ada meteran itu di Paka sampai Pau raja. Selama satu tahun ini air tidak pernah ada, makanya saya punya meteran itu kemarin pindah ke Lehong,” ungkap Kepala Desa Gurung Liwut, Nikodemus Matu, melalui telepon seluler, Sabtu (06/11/2021).

Khusus di Kampung Rehes sampai ke Lidi airnya memang lancar karena sumber mata airnya ada yaitu dari Wae Kaco.  Sumber air ini dikelola oleh pemerintah desa setempat.

Kemudian, untuk mata air Wae Luju yang sebenarnya bisa mengalir tembus sampai ke Paka bahkan Borong tetapi airnya tidak pernah jalan.

“Sekarang Wae Luju yang tembus sampai Borong dulu, itu yang sampai di Paka ini tidak pernah jalan,” ungkapnya lagi.

Menurut Nikodemus, setiap Minggu warga Paka terpaksa harus membeli air fiber untuk keperluan rumah tangga seperti mencuci. Sedangkan untuk air minum terpaksa membeli air dari Lehong.

“Kami beli air yang fiber itu 70 ribu,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Matim Yos Marto mengatakan, di tahun 2022 ada dana untuk pengadaan air minum di Paka dan beberapa kampung di Desa Gurung Liwut.

“Terkait untuk jaminan tahun depan itu, 2022 itu pasti karena ada dana,” ungkap Yos, Rabu (10/11/2021).

Sementara itu, Kepala Badan Layanan Umum Daerah Sistem Pengelolaan Air Minum (BLUD SPAM) Kabupaten Manggarai Timur Fransiskus Y. Aga mengatakan, sejak Juli 2017, Wae Luju kering total karena ada kesalahan teknis.

“Ternyata memang ada pergeseran mata air secara teknisi karena di bukitnya sudah tidak ada penyangga lagi,” ungkap Fransiskus, Kamis (11/11/2021).

Kepala Badan Layanan Umum Daerah Sistem Pengelolaan Air Minum (BLUD SPAM) Kabupaten Manggarai Timur Fransiskus Y. Aga

Sejak saat itu kata dia, pipa air dari Mbeling sampai ke Warat tidak dialiri air meski memiliki meteran. Hal itu terjadi karena sumber airnya tidak ada.

Kemudian, mata air lainnya masih ada tetapi jauh dari pemukiman dan itu membutuhkan biaya banyak.

“Sepakat saya dengan pernyataaan pa Kadis bahwa akan dibangun, karena memang itu adalah kewenangan PUPR,  tetapi yang pasti bahwa masyarakat di Gurung Liwut itu bukan tidak dilayani,” ungkapnya.

Fransiskus juga mengingatkan kepada pemerintah desa agar menjaga fasilitas yang ada. Pasalnya, lapangan di Paka dan Mbeling pernah digusur oleh pemerintah yang menyebabkan pipa air hancur. Pihak BLUD SPAM sudah menggantikan pipa yang hancur tersebut.

“Lapangan di Paka itu digusur oleh desa, pipanya hancur. Saya siapkan pipa dari sini untuk kita perbaiki. Lapangan di Mbeling digusur, kita siapakan pipa dari sini pasang,” ungkapnya lagi.

Fransiskus berharap agar aset yang dibangun tidak boleh dirusak sebab ada pipa air dari Mbeling sampai ke Paka dibangun sejak zaman Pater Waser, misionaris katolik asal Eropa.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

BLUD SPAM Matim Desa Gurung Liwut Dinas PUPR Matim Manggarai Timur Matim
Previous Article“Kita Tidak Mau Tikus-tikus Menjadi Kebiasaan Menikmati Keuntungan di Bank NTT”
Next Article Bisakah Aku Menyangkal, Ayah?

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.