Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Sari Toga Komodo, Usung Bisnis Kemanusian di Tengah Pandemi
Ekbis

Sari Toga Komodo, Usung Bisnis Kemanusian di Tengah Pandemi

By Redaksi23 November 20214 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pemilik usaha Sari Toga Komodo, Adrianus Taur (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT– Di tengah kepanikan akibat wabah Covid-19 pada awal Februari 2021 lalu, Adrianus Taur masih saja berpikir untuk menyelamatkan orang lain.

Ardi, demikian ia disapa, mulai melirik manfaat Tanaman Obat Keluarga (Toga) untuk pencegahan penyakit, termasuk Covid-19.  

Pemanfaatan obat tradisional, kata dia, sebagai upaya untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit dan perawatan kesehatan, terutama saat pandemi Covid-19 masih merebak.

Terinspirasi dari ide istrinya Emerlinda Flaviana Haya, Ardi kemudian memanfaatkan beberapa jenis Toga yang tumbuh di halaman rumahnya yang berlokasi di Kaper, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Tidak hanya ide istrinya, Ardi memanfaatkan Toga terinspirasi dari Presiden RI Joko Widodo. 

Sebelum wabah Covid-19 masuk di Indonesia, Presiden Jokowi sudah lebih dulu mengonsumsi jamu. Jamu tersebut hasil olahan rempah khas Indonesia.

Menurut Ardi, Jokowi setiap hari meminum jamu empon-empon yang terdiri dari temulawak, jahe, sereh, dan kunyit. 

Di bawah misi kemanusian, Ardi dan Emerlinda kemudian meracik jahe merah, temulawak, kencur, kunyit, kayu manis, gula aren, gula pasir, daun pandan, dan daun sereh menjadi tepung. 

Tepung tersebut kemudian diaduk ke dalam air panas dan menghasilkan minuman. Misi awalnya untuk membantu keluarga dalam mencegah penyakit Covid-19. 

“Cara membuatnya terinspirasi dari salah satu Biara di Kupang. Apalagi istri saya, dia seorang petugas kesehatan,” terang Ardi saat berbincang-bincang dengan sejumlah awak media di rumahnya, Selasa (23/11/2021) siang.

Ia menyebut, setelah meminum racikan tradisional tersebut, banyak keluarga yang merasakan khasiatnya. 

Ardi kemudian memosting bahan racikan tradisional tersebut di media sosial Facebook dan WhatsApp. Kala itu, Ardi dan Emerlinda masih memberikan gratis tepung dengan nama Sari Toga Komodo, tanpa sedikit pun meminta imbalan. 

Namun belakangan, setelah mendapat respons positif dari warganet, Ardi kemudian melihat aksinya ini sebagai sebuah bisnis. 

Apalagi saat pandemi Covid-19 merebak, tidak sedikit orang mengalami penurunan pendapatan dalam keluarga. Ekonomi keluarga Ardi pun ikut terdampak.

Sebab itu, setelah banyaknya permintaan, ia memanfaatkannya sebagai sebuah lahan bisnis untuk mempertahankan ekonomi keluarga di tengah gempuran wabah Covid-19.

“Awalnya iseng-iseng saja posting di Facebook, tapi respons netizen cukup bagus. Kami kemudian membuat ini menjadi home industry. Kini sudah ada 7 pasien Covid-19 yang sudah sembuh setelah minum Sari Toga Komodo,” terang pria yang berprofesi sebagai guru itu.

Sejumlah bungkusan produk Sari Toga Komodo (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)

Keseriusan Ardi dan Emerlinda di tengah kesibukan mereka masing-masing tampaknya tidak sia-sia. Dari usahanya, mereka bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Saat ini, permintaan semakin banyak dari segala penjuru tanah air setelah Ardi memilih market bisnis lewat Facebook, WhatsApp, Instagram, aplikasi Shopee dan Buka Lapak.

“Jangkauannya sudah di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Kupang, Denpasar, Surabaya, Jakarta, dan Kalimantan Utara. Cara kirimnya pakai ekspedisi,” jelas Alumni PMKRI itu.

Beberapa jurnalis pose bersama pemilik usaha Sari Toga Komodo, Adrianus Taur (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)

Sari Toga Komodo sendiri ada dua jenis, yakni Sari Campur dan Sari Jahe Merah. 

Bahan dasar Sari Campur antara lain, temulawak, jahe merah, kunyit, kencur, kayu manis, daun sereh, daun pandan, dan gula. Sedangkan Sari Jahe Merah bahan dasarnya antara lain, jahe merah, kayu manis, daun sereh, daun pandan, dan gula.

“Kita jual per bungkus ada yang 100 gram, 500 gram, 1000 gram. Satu kali produksi itu sebanyak 12 kg dan diproduksi 6 jam. Hasil produksi tersebut laku terjual dua hari,” jelas Ardi.

Manfaat

Ardi menjelaskan, Sari Toga seperti: jahe merah, temulawak, kunyit, kencur, kayu manis, daun sereh, dan daun pandan mempunyai sejuta manfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh manusia. 

Salah satu manfaat dari Toga, kata dia, adalah mencegah penularan Covid-19.

Toga telah diracik dalam bentuk sari yaitu Sari Campur dan Sari Jahe Merah. 

“Kami menamai Toga ini menjadi produk herbal Sari Tiga Komodo yang mempunyai khasiat masing-masing,” katanya.

Sari Jahe, kata dia, bermanfaat menjaga stamina, menetralkan gula darah, melawan radikal bebas, mendetox racun, mengobati masuk angin, batuk, sakit pinggang, dan mencegah diabetes. 

“Aturan minum 3×1 sendok makan. Diminum 15 menit setelah makan,” jelas Ardi.

Sedangkan Sari Campur, lanjut dia, bermanfaat menjaga stamina, meningkatkan kekebalan tubuh, mengobati lambung/maag, mengobati susah tidur, menetralkan gula darah, melawan radikal bebas, mendetox racun, mengobati masuk angin, batuk, sakit pinggang, mencegah diabetes, infeksi saluran kencing, mencegah kanker, melancarkan haid dan gangguan sistem reproduksi wanita, dan lain-lain. 

“Aturan minumnya 2×1 sendok makan untuk segelas air panas pagi, 15 menit sebelum makan. Dan, malam sebelum tidur, 15 menit setelah makan,” urai Ardi.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Labuan Bajo Sari Toga Komodo
Previous ArticleKomisi X DPR RI Kunker di Labuan Bajo, Ini Sejumlah Hal yang Dibahas
Next Article Ambil Material di Lokasi Tambang yang Diduga Ilegal, PT Menara Dapat Teguran dari DLHD Manggarai

Related Posts

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.