Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Sambangi SMK St. Petrus Ruteng, Sejumlah Anggota DPRD NTT Serahkan Bantuan DAK Senilai 4 Miliar
Pendidikan NTT

Sambangi SMK St. Petrus Ruteng, Sejumlah Anggota DPRD NTT Serahkan Bantuan DAK Senilai 4 Miliar

By Redaksi20 Januari 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD NTT Fraksi Hanura Isidorus Ben sedang memperkenalkan diri dan posisinya di DPRD NTT di hadapan para guru, murid, ketua yayasan dan beberapa perwakilan orangtua siswa. (Foto: Igen Padur/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Sejumlah anggota DPRD Provinsi NTT menyambangi SMK St. Petrus Ruteng, Kabupaten Manggarai pada Kamis (20/01/21) pagi. Mereka datang untuk menyerahkan secara simbolik bantuan uang senilai empat miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Kunjungan penyerahan tersebut masih dalam agenda kunjungan kerja (Kunker).

Pantauan VoxNtt.com, anggota DPRD yang hadir antara lain, Isidorus Ben dari Fraksi Hanura, Yeni Veronika dari Fraksi PAN, Vinsensius Pata dari Fraksi PDIP, Jimur Siena dari Fraksi PAN, Yohanes Rumat dari Fraksi PKB, Yohanes Halut dari Fraksi Gerindra, Klara Motu dari Fraksi PKB, LIli Adu dari Fraksi PDIP, dan Merci Piwung dari Fraksi PKB.

Rombongan disambut dengan ritual adat Tuak Curu di Pintu Gerbang SMK St. Petrus. Di sana, Yohanes Rumat diutus sebagai juru bicara mewakili rombongan DPRD yang hadir untuk menjawab Tuak Kapu (acara adat Manggarai untuk menerima tamu). Setelah itu, satu per satu rombongan dikenakan selendang songket khas daerah Manggarai.

Usai ritual Tuak Curu, rombongan diarahkan masuk ke salah satu ruangan kelas. Mereka duduk berjejer di kursi yang telah disediakan. Di sana, puluhan para guru dan beberapa perwakilan orangtua murid serta ketua yayasan dan ketua komite juga duduk di kursi. Beberapa murid juga ada di sana.

Setelah semuanya duduk, rombongan kemudian mengikuti sama-sama ritual adat Tuak Kapu sebagai sebuah ritual yang tidak terpisahkan dari ritual Tuak Curu di awal. Ritual tersebut khusus digunakan bagi setiap tamu yang datang berkunjung.

Di hadapan para guru, siswa dan orangtua murid serta ketua yayasan, anggota DPRD memperkenalkan diri satu per satu. Mereka juga memperkenalkan tentang posisinya di DPRD, serta tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan komisi.

Setelah itu, acara puncak kegiatan tersebut yakni pemberian bantuan secara simbolik kepada pihak pengelola SMK Santo Petrus Ruteng. Penyerahan secara simbolik itu dilakukan oleh Yohanes Rumat dengan didampingi oleh anggota dewan yang lain.

Di hadapan sejumlah guru dan ketua yayasan serta beberapa perwakilan siswa dan orangtua murid, politisi PKB itu menyampaikan harapannya agar uang tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Menurut dia, dari keseluruhan total dana DAK sebanyak 26 miliar lebih yang dialokasikan di sebelas sekolah di tiga Manggarai, hanya SMK Santo Petrus Ruteng saja yang mendapatkan alokasi paling banyak yakni sebanyak empat miliar.

“Kita berharap output dari lembaga pendidikan ini nanti bisa menguasai dunia. Dia bisa menguasai banyak hal. Dia bisa mengambil bagian dalam banyak hal dengan begitu secara ekonomi dia bisa kuasai dan secara sosial juga dia bisa kuasai. Seluruh segmen kehidupan masyarakat dia biasa kuasai melalui teknologi. Karena ini sekolah vokasi. Sekolah yang mendidik orang menjadi terampil menguasai teknologi,” tutur Rumat.

Terpisah, Kepala SMK St. Petrus Ruteng Robert Generasius Onggot menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah anggota dewan yang telah mengunjungi dan menyerahkan bantuan secara simbolik.

“Saya selaku kepala sekolah merasa terharu dengan dana yang ada dan bahkan saya gunakan semaksimal mungkin untuk pembangunan sekolah ini,” tuturnya kepada VoxNtt.com di sela-sela kegiatan.

“Kami masih mengalami kendala pada ruangan kelas yang belum memadai. Sehingga dengan adanya bantuan dari pemerintah sebanyak 4 miliar tadi itu untuk mengatasi kendala kelas yang kami alami. Selama ini untuk mengatasi kendala terkait ruangan kelas kami melakukan pembagian shift yakni dengan masuk pagi dan sore,” tutupnya.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Manggarai SMK St. Petrus Ruteng
Previous ArticleStefan Gandi: Sekolah di Seminari Tidak Harus Menjadi Pastor
Next Article AIC Labuan Bajo Jawab Tantangan Lulusan Siap Kerja di Era Post-Pandemi

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.