Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Sajak untuk Tuhan 2: Antologi Puisi FrutaMin
Sastra

Sajak untuk Tuhan 2: Antologi Puisi FrutaMin

By Redaksi6 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Sajak untuk Tuhan 2

Setelah aku bertanya pada-Mu apakah benar Engkau tulus mencintai sajakku?
Malam ini aku tak ingin bersajak tentang-Mu
Biarlah aku lelap dalam hembusan sepoi-sepoi angin sepi
Dalam seluruh rapal doaku yang belum jadi abadi

Tentang sajakku dan tulusnya cinta-Mu
Akan ku tanya pada pagi yang masih bernas
Jua pada pesona wajah-Mu yang berdiam dalam keheningan

Tuhan, sebelum aku menutup baris terakhir sajakku
Tidak kah Engkau harus bertanya: Puisi ini tentang siapa dan untuk siapa?
Ketika dengan sengaja kau berkata: malam ini aku tak ingin bersajak tentang-Mu!

Mof, Agustus ,2021

Tuhan yang Mengerti
[Sedih, jengkel, beramarah]

Pada malam
di pengujung dingin
asyikku bersyukur dalam teduh
telapak tangan ini tak juga mengatup
Dia yang tinggal bahkan menetap
di gubuk kecil
dengan lampu yang tak pernah padam
sepanjang waktu
selamanya
abadi
ada-Nya tepat di depan mataku
Dia jua tak memaksaku tuk memejamkan mata
‘palagi mengatup tangan
entah apa gerangan
mata ini terus terbuka
jemari ini terus menari-nari
di atas touch-touch putih bergendeng hitam
ku sadari segera
aku bersyukur kepada-Nya lewat alunan musik

Tuhan mengerti diriku

House of God, Oktober,2020

Aku Ingin
(-Teruntuk-mu saja: A** -Riani)

Di bibir senyummu ada pelangi mimpi
Tersenyumlah pada rindumu yang tak pernah utuh
Semogaku yang tiada amin mungkin saja akan lebur dalam pesona matamu
Meski syair-syair tentang aminku itu tak abadi dalam ingatan Tuhan-Mu

Aku ingin mengecup pelagi mimpi pada senyum-mu
Hingga membuat utuh rindu-ku
Bisa jadi Tuhan-Mu kan mengamini seluruh semogamu yang terjaga
Lalu…..?

Aku ingin Tuhan-Mu dan kau pun abadi dalam rindu dan ingatanku
Itu saja

Suatu Waktu, Desember,2021

Frutamin
Previous ArticleDorong Paroki Ramah Anak, Paroki Nangalanang Selenggarakan Sosialisasi
Next Article Peraih Bulan

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.