Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Memanggil Rindu pada Pengagum Sunyi
Sastra

Memanggil Rindu pada Pengagum Sunyi

By Redaksi6 April 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Lalik Kongkar

Memanggil Rindu pada Pengagum Sunyi

Aku rindu pada pantai
Nyanyian angin
Deru ombak
Menyatu menjadi keindahan melodi
Memanggil rindu pada para pengagum sunyi

Aku rindu pada senja
Langit jingga
Beradu dengan kegelapan
Menciptakan bias cahaya yang indah
Di mataku pantai dan senja selalu bercumbu mesra

Aku suka bercerita pada senja
Sambil menikmati semilir angin
Melihat ombak mengecup bibir pantai
Hari ini aku masih bisa menemui jingga lewat jendela
Berhiaskan gedung kota
Tak ada nyanyian angin

Tanpa suara ombak
Aku memanggil senja untuk bercerita
Sebuah kisah pilu yang kualami
Terkurung dalam sunyi yang dulu kirindukan
Semoga sepi ini akan berlalu
Hingga aku bisa kembali menemuimu dalam keindahan

Hujan, Kenangan dan Tepian Angan-angan

Rintik hujan pagi ini membasuh luka yang terlihat samar dibalik halimun
Dan entah, janji yang sejatinya akan kutunaikan, terpuruk lunglai di rerumputan
Tak berdaya, bersama senarai kisah kita yang terbang melayang bersama angin
Lenyap, menyisakan jelaga di tepian angan-angan

“Adalah tak tepat,” katamu selalu,”memaknai perjalanan dengan senyum, sementara
relief keheningan menikam perih di sekujur jiwa yang letih”
Kenangan memang tak pernah bisa berdamai dengan harapan
Narasi indah yang kau tuang di selarik sajak pada secarik kertas usang

Adalah ironi yang menyesakkan, ketika angkara menguasai dan aksara jadi luluh makna
Dan menangani kesendirian dalam gumam sedih yang lirih
kerapkali jadi bagian romantika muram atau justru apologi semu atas kegagalan kita merefleksi diri
Bahkan malah kesombongan kita menyikapi impian

“Kerinduan,”tuturmu gundah, “akan menemukan ujung jalannya sendiri, dalam riuh suasana atau senyap gulita dan biarlah derai hujan utuh membasahinya, karena kita tak akan menyisakan ruang untuk dusta.

Semuanya Untukmu

Telah kucuri fajar dari timur
Bersama segudang mimpi yang menjelma ilusi
Agar ketika kau mencari
Kau menemui hati ini

Telah ku rebut mentari tengah hari
Dari kerumunan segala keluhan
Agar ketika kau berkeringat,
Tetap terus semangat

Telah ku potret sinar jingga,
Dari amarah-amarah polusi roda.
Agar ketika kau pulang dengan setumpuk persoalan,
Ku hidangkan di dalam matamu.

Kekasih….
Telah ku penjarakan bulan dan bintang,
Di dalam jeruji diri kesunyian.
Agar ketika kau dirundung gelap,
Ku kirim mereka untuk mendekap

Lalik Kongkar
Previous ArticleInovasi Bantu Pemkab Sumba Tengah Pulihkan Literasi dan Numerisasi
Next Article Dinilai Melanggar Hukum, Kejari TTU “Bidik” Praktik Sewa Bendera dalam Tender Proyek

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.