Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Gaji Guru Honorer di Ngada di Bawah UMK
VOX GURU

Gaji Guru Honorer di Ngada di Bawah UMK

By Redaksi22 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT– Gaji sekitar dua ratusan lebih guru honorer di Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada masih di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). Nasib mereka berbeda dibanding guru berstatus PNS.

Guru honor di Kecamatan Bajawa menerima hanya berkisar Rp 500-600 ribu perbulan. Padahal hingga kini UMR Ngada sebesar Rp 1.250.000 perbulannya.

Peran guru honor ini pun sama dengan guru lainnya, mencerdaskan anak bangsa.

Demikian hal itu disampaikan dalam laporan ketua panitia rakor pendidikan Kabupaten Ngada tingkat Kecamatan Bajawa, Yustinus Minggu di Aula Gereja Jhon Tom, Senin (20/3/2017).

Yustinus mengatakan ada 299 orang guru honor di Kecamatan Bajawa masih menerima gaji di bawah standar.
Keadaan ini diperparah lagi alokasi dana operasional sekolah (Bos) dari pemerintah Kabupaten Ngada untuk pembayaran gaji guru. Hal ini tentu membuat sedikit pincang dalam proses belajar mengajar di sekolah.

“Ini pemda harus berpikir tentang nasib guru honor tersebut. Kalau tidak, dalam proses belajar mengajar sedikit menurun. Karena mereka sudah biasa terima dana Bosdik,” kata seorang Guru PNS yang enggan nama dituliskan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada Vinsensius Milo mengakui hal itu.

Menurut dia, hal itu dipengaruhi karena ada pemotongan anggaran dari pusat. Pemerintah Kabupaten Ngada pun tidak bisa berbuat banyak. Sehingga banyak program sebelumnya yang terpaksa diperkurangkan.

Kendati demikian, Milo berjanji akan tetap akan berusaha terkait nasib guru honorer tersebut.

“Banyak anggaran dipotong dari pusat sehingga banyak program kita dipangkas. Contohnya dari sebelumnya kita punya anggaran untuk menambah tunjangan guru honor tapi sekarang kita sudah tidak ada lagi yang namanya bosdik. Tapi pasti ada jalan keluar untuk mengatasi semuanya ini,” ujar Sensi sering ia disapa. (Arkadius Togo/VoN)

Ngada
Previous ArticleBerkas Tersangka Sekda TTS Sedang Diteliti JPU
Next Article Jokowi Tolak Cabut Izin PT Semen Indonesia yang Diterbitkan Ganjar

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

PADMA Indonesia Desak Pemkab dan DPRD Ngada Dukung Autopsi Forensik Kasus Kematian YBS

15 Februari 2026

Dosen Unwira Kupang Soroti Dugaan Pemotongan Gaji di SMAK Pancasila Borong

14 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.