Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Peluh Ibu: Antologi Puisi Donatus Juito Ndasung
Sastra

Peluh Ibu: Antologi Puisi Donatus Juito Ndasung

By Redaksi21 Mei 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Peluh Ibu

Ibu, pada setiap peluh keringatmu
Ada cinta yang luar biasa.
Disetiap lelahmu
Ada perjuangan yang kau curahkan
Untuk keluarga.
Terima kasih, ibu.
Telah gagah melawan kerasnya hidup,
Meski kaku dan beberapa kali tersungkur penuh debu.
Namun, engkau tetap berusaha untuk bangkit!
Meski luka dan perih.
Tapi, engkau bertahan untuk tetap bernafas,
Demi cinta dan buah hatimu.

Bekasi, 2021

Air Mata Mama

Setelah jauh melangkah dan tak lagi mendekapmu, tangan-tangan kita sudah tak saling menjamah.
Aku merangkak menyulam harap di hiruk ibu kota yang kian fana, di Jakarta ada kecemasan yang paling.
Ada suka, juga duka yang terus menyamar, antara bertahan atau pulang, masih menjadi tanya yang selalu mampir tiap pagi, siang, dan malam.

Ma, pada asa yang kau titip ada kekuatan doa yang menjadi perisai untuk terus kurangkai.
Setelah hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun aku menahan dahaga, perih, hingga nafas hampir tersesat.

Tetesan air matamu saat aku pamit dari rumah merupakan kenangan yang berharga dan berarti, itu kujadikan pegangan untuk berjuang melawan kerasnya hidup.

Senyum yang kau titipkan melalui video call mampu menghapus badai perasaan yang terus berkecamuk di tengah wabah pandemi berkelana.
Hampir saja harap yang engkau titipkan menjadi prahara, untung saja Tuhan datang menyelamatkan.
Ma, aku rindu candamu, belaian kasih, dan senyummu yang khas.

Jakarta, 2020

Bernafaskan Cinta, Puisi untuk Mama

Ma, terasa lebih dalam engkau mengerti tentang aku,
Meski perih.
Kau tetap mengajarkanku arti hidup dalam simpul senyum.
Dari lilin yang engkau nyalakan di sudut gua dalam rumah,
Aku tahu.

Namaku selalu engkau sebut dalam ujud doamu,
Muara kasihmu menjadi telaga yang menyejukan

Bagi kami anak-anakmu.
Kasihmu putih, tanpa noda, sebening air matamu
Yang menjadi palunganku untuk bertobat.

Ma,

Aku mencintaimu, seperti nafas cintamu yang engkau berikan untukku,

Senyum yang kau titipkan,
Menjadikan segalahnya indah.

Dalam bayang pelukmu aku rindu kehangatan belaian kasihmu.
Sejauh manapun langkah kakiku berlayar

Engkau adalah alasanku untuk pulang.
Ma, jika kelak aku punya sedikit uang
Kan kubelikan engkau sepasang baju
Biar keawetan tubuhmu tetap terjaga.

Depok, 2020

Biodata :
Nama : Donatus Juito Ndasung, Guru asal Flores tinggal di Bogor. Penulis pernah menulis buku antologi Puisi berjudul ‘Memori’ bersama empat teman lainnya. Bisa dihubungi via IG juitondasung25

Donatus Juito Ndasung
Previous ArticleGandeng Tim Poltek, Kejari TTU Periksa Fisik 7 Paket Proyek Pengaman Tebing
Next Article Nilai Perekrutan Calon AKMIL Kodam Udayana Bali Diskriminatif, PADMA Indonesia Dorong Pembentukan KODAM EL TARI NTT

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.