Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Ratapan Piluh Pemberi Hidup
Sastra

Ratapan Piluh Pemberi Hidup

By Redaksi22 Mei 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Guidella Arizona

Ratapan Piluh Pemberi Hidup

Padi menunduk dalam kebersahajaan
Terhampar di atas permadani kuning alam pesawahan
Gunung terlihat gagah menjulang penuh keindahan

Pepohonan hijau berbaris menanti sang matahari
Sungai yang mengalir, terlihat begitu jernih
Bertebaran, menambah indah alamku
Namun
Mengapa kini takku lihat lagi pesona nanagung itu..

Kaca jendela berdebu, tak menandakan embun tak menandakan mata rabun
Petani berangkat ke sawah membersihkan air mata, mengemas penderitaan dan pulang membawa cinta yang tersisa dari- Nya
Dusta, ketamakan rupanya telah merenggut banyak hal yang paling berharga untuknya

Ratapan tangis, derai air mata
Membuncah
Memberontak enggan..
Takut kalau-kalau suaranya dicekam habis-habisan
Lantas darimana kebebasan yang selama ini diperjuangkan
Atau sebegitu tidak pedulinya kamu terhadap pendahulumu sehingga untuk meneruskan perjuangan mereka kamu tak mau
Bahkan mematahkan cita-cita luhur mereka

Keji, menyakitkan
Ini yang mereka rasa
Manakah peran pemerintah sebenarnya?
Ketikaa gelisah tengah membuncah
Ketika rengekkan piluh terdengar begitu menyayat hati

Aku tak peduli kekuasaanmu
Aku tak peduli angkuhmu
Dustamu, gelagat pengkhianatanmu aku tak peduli
Yang kuinginkan kembalikan segalanya seperti sediakala

Manakala tak ada kekeringan panjang melanda
Manakala hasil panen melimpah
Manakala kekurangan sulit ditemukan
Tahukah kamu
Pengkhianatanmu menarikku tuk berpikir apakah kau pantas untukku patuhi
Sebab acapkali tingkahmu menyengsarakan aku

Bila syair-syair dalam setiap rintihanku tak kau indahkan
Secepat kilat
Pemberontakan bagimu telahku sediakan bahkan yang tak kau pikirkan sekalipun

Guidella Arizona
Previous ArticlePerawan Tua
Next Article Jaksa Temukan 2 Proyek Pengaman Tebing Milik Pemkab TTU Rusak

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.