Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Telusuri Dugaan Ketua KPU Terima Gaji Dobel, Bawaslu TTU Menanti  Pengaduan dari Masyarakat
Pilkada

Telusuri Dugaan Ketua KPU Terima Gaji Dobel, Bawaslu TTU Menanti  Pengaduan dari Masyarakat

By Redaksi21 Juli 20221 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Nonato Sarmento Kordiv PHL Bawaslu TTU saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 21 Juli 2022 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten TTU saat ini tengah melakukan penelusuran terkait informasi Ketua KPU Paulinus Lape Feka menerima gaji dobel.

Gaji tersebut baik sebagai Komisioner KPU maupun sebagai Aparatur Sipil Negara pada Pemda TTU.

Penelusuran itu dilakukan dengan mengumpulkan berbagai data dan informasi yang termuat dalam pemberitaan awak media maupun konfirmasi ke pihak-pihak yang berkepentingan dalam persoalan tersebut.

http://fuq.zqc.mybluehost.me/2022/07/16/diduga-terima-gaji-dobel-bertahun-tahun-simak-pengakuan-ketua-kpu-kabupaten-ttu/88800/

“Kita juga masih menunggu kelompok masyarakat untuk membuat pengaduan terkait adanya indikasi penerimaan gaji dobel tersebut disertai bukti-bukti, maka kami akan langsung meneruskan proses tersebut ke DKPP dengan dugaan atau indikasi pelanggaran kode etik,” jelas  Koordinator divisi pengawasan,humas dan hubungan antarlembaga Bawaslu TTU Nonato Sarmento saat dikonfirmasi VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (21/07/2022).

Nonato menegaskan, setiap penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugas dan fungsinya diatur dalam kode etik.

Salah satu kode etik mengatur penyelenggara pemilu agar dalam menjalankan tugasnya harus penuh waktu dan tidak lagi menerima gaji atau upah dari pihak lain.

“Salah satu kewajiban kita (penyelenggara pemilu) adalah bekerja penuh waktu dan tidak boleh menerima upah atau gaji lagi dari pihak lain,” tegasnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Bawaslu TTU Kabupaten Timor Tengah Utara KPU TTU TTU
Previous ArticleResmikan Perluasan Bandara Komodo, Jokowi: Apa sih yang Masih Kurang dari Labuan Bajo?
Next Article Pulihkan Kerugian Keuangan Negara, Polres TTU Lacak Aset Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa Fatutasu

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

PMKRI Ruteng Datangi Bawaslu Manggarai, Soroti Politik Uang hingga Hak Pilih Disabilitas

13 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.