Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Sanggar Bengkes Nai, Sebuah Wadah Belajar, sekaligus Ikut Melestarikan Seni dan Budaya Manggarai
Seni dan Budaya

Sanggar Bengkes Nai, Sebuah Wadah Belajar, sekaligus Ikut Melestarikan Seni dan Budaya Manggarai

By Redaksi6 Agustus 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Berto Manti, pembina Sanggar Bengkes Nai dan anggotanya
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Sanggar Bengkes Nai merupakan salah satu kelompok seni tari yang ada di Borong, ibu kota Manggarai Timur.

Kelompok sanggar yang diprakarsai oleh Is Manti ini didirikan pada tahun 2002. Hingga kini, Sanggar Bengkes Nai masih tetap eksis di kota Borong.

Berto Manti, pembina Sanggar Bengkes Nai mengisahkan, awal mula terbentuknya kelompok seni tari ini didasari oleh keprihatinannya akan eksistensi budaya Manggarai yang kian hari semakin terkikis oleh arus zaman.

Ia melihat pengaruh buruk globalisasi sudah mulai menghinggapi aspek kultural dari kehidupan orang Manggarai.

Itu sebabnya, Manti berkomitmen untuk mendirikan kelompok sanggar ini agar budaya Manggarai tidak tenggelam dalam arus zaman.

Lebih lanjut, Manti menjelaskan tentang nama dari Sanggar Bengkes Nai. Nama ini sendiri sengaja diambil karena kelompok Sanggar Bengkes Nai ibarat hati yang selalu berharap.

Bengkes artinya harap atau harapan. Sedangkan Nai artinya hati.

Sehingga term Bengkes Nai berarti hati yang selalu berharap. Hal tersebut berarti kelompok Sanggar Bengkes Nai ini terbentuk dari harapan hati yang sangat kuat agar budaya Manggarai tidak tenggelam di tengah pengaruh kuat budaya-budaya dari luar.

Sanggar Bengkes Nai ini didirikan oleh Is Manti. Namun setelah menjadi ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, maka kelompok seni tari ini pun dilanjutkan oleh adiknya Berto Manti hingga saat ini.

Keduanya merupakan mantan penari sanggar binaan keluarga Lawe Lenggong.

Berto Manti saat ini tidak hanya menjadi pembina kelompok Sanggar Bengkes Nai melainkan juga menjadi pelatih seni tari untuk Manggarai Timur.

Nah, melihat kaum muda sebagai generasi penerus dan berpotensi memiliki semangat kreativitas, maka Sanggar Bengkes Nai hadir di SMAK Pancasila Borong.

Kehadiran sanggar ini disambut baik oleh para guru dan siswa-siswi SMAK Pancasila Borong.

Hal itu terbukti melalui partisipasi dan keanggotaan di Sanggar Bengkes Nai yang secara keseluruhan berasal dari siswa-siswi SMAK Pancasila Borong.

Siswa-siswi SMAK Pancasila Borong termotivasi untuk menjadikan Sanggar Bengkes Nai sebagai wadah belajar untuk meningkatkan dan mengembangkan semangat kreativitas mereka.

Selain itu, Sanggar Bengkes Nai telah melakukan suatu upaya untuk ikut melestarikan seni dan budaya Manggarai bagi anak muda.

Upaya tersebut dilakukan atas harapan hati yang sangat kuat agar budaya Manggarai tidak tenggelam di tengah arus globalisasi saat ini.

Keanggotaannya pun setiap tahun semakin bertambah jumlahnya. Sampai saat ini, jumlah keanggotaan dari Sanggar Bengkes Nai sudah mencapai 40 orang.

Perlu diketahui juga bahwa kelompok Sanggar Bengkes Nai ini sudah sering ikut terlibat dalam pelbagai kegiatan besar baik itu kegiatan pemarintah, kegiatan keagamaan, maupun kegiatan kemasyarakatan.

Setiap kali ada hajatan besar di Paroki St. Gregorius Borong selalu melibatkan kelompok sanggar ini.

Demikian juga ikut diundang untuk memeriahkan pelbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan pemerintah di Kota Borong.

Beberapa kali sanggar Bengkes Nai menjadi utusan pemerintah Manggarai Timur untuk terlibat dalam show festival budaya di luar kota seperti pernah di Labuan Bajo.

Pada tahun 2021, Sanggar Bengkes Nai menjadi utusan dari Kabupaten Manggarai Timur untuk berpartisipasi dalam ajang perlombaan seni tari antarSMA dari seluruh kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Saat itu, Sanggar Bengkes Nai meraih juara dua dalam ajang bergengsi tersebut.

Diharapkan agar Sanggar Bengkes Nai ini mendapat dukungan dari pelbagai pihak dalambbentuk pembangunan gedung dan penyediaan fasilitas lainnya demi kelancaran kegiatan kelompok seni tari tersebut.

Kontributor: Rivan Sayan

Manggarai Timur Matim Sanggar Bengkes Nai
Previous ArticleBelum Ada Kepastian Hukum Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah Malaka, Kapolda NTT Disoroti
Next Article Resmi Daftar di KPU RI, DPC Demokrat Manggarai Gelar Bakti Sosial

Related Posts

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.