Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»91.032 Balita di NTT Derita Stunting
KESEHATAN

91.032 Balita di NTT Derita Stunting

By Redaksi25 September 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana Kegiatan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting bersama Mitra Kerja Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, di Gereja Pniel Oebobo Kota Kupang, Sabtu, 24 September 2022. (Foto: Igo Making)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Sebanyak  91.032  anak di bawah lima tahun (Balita) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menderita stunting atau anak dengan gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi kronis.

Hal ini disampaikan Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi NTT Marianus Mau Kuru saat Kegiatan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting bersama Mitra Kerja Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, di Gereja Pniel Oebobo Kota Kupang, Sabtu (24/09/2022).

“Stunting di NTT berapa? 91.032 anak. Ini Hasil pengukuran februari 2022,” sebut Marianus.

Oleh karena itu, menurut Marianus, butuh kerja sama semua pihak untuk perang lawan stunting.

“Tidak bisa pemerintah sendiri. Pa Gubernur dengan semua bupati dan walikota berusaha untuk supaya stunting di NTT harus bisa pada tahun 2023 nanti turun menjadi 10 persen. Sekarang kita berada pada 22 persen. Tapi siapa yang melakukan? Masyarakat yang menjadi motor penggerak utama. Terutama dari keluarga. Keluarga harus merencanakan seluruh kehidupannya dengan matang supaya tidak boleh lagi melahirkan anak stunting baru,” ajak Marianus.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan keterlibatan kaum muda sangat penting dalam pencegahan stunting.

“Penanganan stunting ini akan sukses apabila anak-anak muda menjadi paling depan untuk melakukan kampanye pencegahan stunting. Kami berharap anak-anak muda bisa melakukan ini,” ajak politisi Golkar yang akrab disapa Melki Laka Lena ini.

Menurut Melki, keterlibatan kaum muda dalam pencegahan stunting bisa melalui penyebarkan informasi tentang pencegahan dan penanggulangan stunting, makan dengan menu beragam, termasuk pangan lokal, tidak mengkonsumsi minuman alkohol, rokok dan narkoba, serta memiliki hubungan pacaran yang sehat dan pernikahan yang direncanakan dengan matang.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang, Drg. Fransisca JH Ikasasi,  dalam acara ini menjelaskan bahwa anak pendek belum tentu stunting dan untuk mengetahui apakah anak itu terkena stunting atau tidak setelah usia dua tahun.

“Anak pendek belum stunting, tetapi anak stunting pasti pendek. Dan itu diketahui setelah setelah dia berumur dua tahun. Sebelum umur dua tahun kita tidak bisa mengatakan anak  itu stunting. Cirinya kalau anak perempuan tingginya tidak boleh kurang dari 79 cm, kalau anak laki – laki tidak boleh kurang 80 cm pada umur 2 tahun. Bisa tidak stunting sembuh? Sebenarnya  label stunting itu tidak sembuh kecuali nanti setelah lulus pada balita umur lima tahun,” jelas drg. Sisca.

Turut hadir, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi NTT Marianus Mau Kuru, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang, Drg. Fransisca JH Ikasasi, Anggota DPRD Kota Kupang Frkasi Partai Golkar, Telendmark Daud serta undangan lainnya. (VoN)

 

Kota Kupang Melki Laka Lena Stunting
Previous ArticleDigagas Stevi Harman, Watu Mori Farm Jadi Wadah Pembelajaran Agrowisata bagi Peserta Didik SMK
Next Article Sipri Habur Diharapkan Serius Tata Infrastruktur di Manggarai Timur

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.