Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Dosen Kampus UKAW Kupang Latih Warga Desa Tonlaku Buat VCO
VOX DESA

Dosen Kampus UKAW Kupang Latih Warga Desa Tonlaku Buat VCO

By Redaksi7 Oktober 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dosen Kampus UKAW Kupang Latih Warga Desa Tonlaku Buat VCO
Dosen UKAW saat menggelar pelatihan pembuatan VCO di Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT- Dosen dari kampus Universitas Kristen Arca Wacana Kupang (UKAW) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan inovasi pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Tolnako, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Kegiatan yang dihadiri oleh kelompok usaha, ketua BUMDes dan juga aparat desa itu berlangsung pada 28 September 2022.

Kegiatan ini hendak membuktikan bahwa dosen UKAW peduli dan hadir di tengah masyarakat Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, untuk pemberdayaan kapasitas kelompok usaha.

Salah satu bentuk nyata yakni memberikan pelatihan bagi kelompok usaha yang ada di BUMDes Moen’Ha.

Dalam keterangan tertulis yang diterima VoxNtt.com menyebutkan bahwa kelompok usaha adalah mitra yang memiliki hasil komoditi kelapa.

Kegiatan PKM mengusung tema “Inovasi Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO)”.

Pelaksanaan PKM ini merupakan kegiatan yang didanai oleh Kemenristekdikti.

Salah satu dosen Renya Rosari mengungkapkan pihak yang hadir di sana adalah Ketua pelaksana Melkianus Nuhamara dan dirinya sebagai anggota dari kelompok dosen.

Renya menjelaskan, kegiatan PKM berupa melatih kelompok usaha untuk inovasi hasil kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) yang memiliki nilai ekonomi.

Selain melatih proses pembuatan VCO, tim pelaksana juga memberikan sosialisasi pengelolaan keuangan usaha.

Tim juga memberikan pelatihan perhitungan harga pokok penjualan dalam menentukan harga jual.

“Pembukuan sederhana menggunakan aplikasi Lamikro dan juga pelatihan pemasaran menggunakan platform digital yakni Facebook dan Instagram,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua pelaksana Melkianus Nuhamara pada saat sambutan mengucapkan terima kasih atas keterlibatan elemen desa sejak dimulainya pelatihan.

Apalagi mereka bersedia memberikan tempat dan tenaga. Bagi dia, kehadiran kelompok usaha dalam pelaksanaan merupakan bagian dari program kemitraan pihak kampus dan masyarakat.

“Harapannya produk ini dapat  menjadi produk unggulan Desa Tolnaku untuk dikembangkan dan diapasarkan secara global melalui pemasaran secara online. Jadi, hasil dari produk ini pun akan diuji kelaikan produk di BPOM dan surat izin edar,” ujarnya.

Kepala Desa Tonlaku Ananias Mella juga megucapkan terima kasih atas kedatangan Tim dari UKAW di Desa Tolnaku.

Dia dan seluruh masyarakat yang hadir tentu saja patut mensyukuri karena mendapat kesempatan yang indah untuk membantu dalam mendapatkan pola hidup yang baru demi merubah nasib.

Hal itu melalui pelatihan mengolah kelapa menjadi VCO. yang tujuannya agar desa semakin mandiri.

“Karena sebelumnya hasil kelapa masyarakat menjual kepada pihak luar dengan harga 1000 per buah dengan pelatihan ini maka dapat meningkatkan pendapatan keluarga maupun desa. Harapan kami kelompok usaha giat tidak hari ini saja, namun dapat melanjutkan dan berlanjut,” ujar Ananias.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas pemberian peralatan untuk pengolahan VCO kepada kelompok usaha.

Ketua BUMDes Moen’Ha Desa Tonlaka,  Bernadus Bait juga mengucapkan terima kasih.

Sebab menurut dia, melalui kegiatan ini mayarakat mendapatkan pengalaman pembuatan kelapa menjadi VCO agar memiliki nilai ekonomi berupa menambah pendapatan.

Sebab sebelumnya kelapa hanya dijual dengan harga 1 buah Rp1000. Hal ini diakui anggota kelompok usaha, Win Sanam.

“Namun melalui kegiatan ini kami mendapatkan pengalaman mengolah kelapa menjadi VCO dan dengan hasil kegiatan ini ternyata buah kelapa memiliki harga yang lebih tinggi yaitu mengolah kelapa menjadi VCO,” ujar dia.

Sebagai informasi, Tim Dosen PKM asal UKAW Kupang rutin menggelar pelatihan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Sasaran kegiatan yakni desa dengan tingkat penghasil komoditas lokal unggulan.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang Kota Kupang UKAW Kupang
Previous ArticlePolres Manggarai Terus Kebut Selidiki Kasus Dugaan Jual Beli Proyek
Next Article Harapan Itu Ada

Related Posts

Potensi Desa Nggalak: Dari Gapoktan Produktif hingga Penghasil Porang Terbesar di Manggarai

15 Maret 2026

Jalan Penghubung Amarasi–Amarasi Timur Putus, Akses Transportasi Lumpuh

11 Maret 2026

Krisis Sumber Air Hambat Pemanfaatan Lahan Hortikultura di Desa Benteng Poco

11 Maret 2026
Terkini

Dua Gendang di Manggarai Nyaris Perang Tanding: Polisi Redam Situasi, Pemda Ajak Mediasi

16 Maret 2026

Pria di Nagekeo Diduga Aniaya Kepala Desa dan Lansia, Kasus Dilaporkan ke Polisi

16 Maret 2026

Potensi Desa Nggalak: Dari Gapoktan Produktif hingga Penghasil Porang Terbesar di Manggarai

15 Maret 2026

Kuasa Hukum Minta Kepastian Hukum untuk Notaris Albert Riwu Kore

15 Maret 2026

Cerpen: Konoha di Pintu Langit

15 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.