Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Sambut Sumpah Pemuda, SMAN 3 Lamba Leda Belajar Adat di Kampung Lompong
Pendidikan NTT

Sambut Sumpah Pemuda, SMAN 3 Lamba Leda Belajar Adat di Kampung Lompong

By Redaksi22 Oktober 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Siswa SMAN 3 Lamba Leda saat mengikuti Teing Hang Penti di Rumah Gendang Lompong (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Ratusan siswa SMAN 3 Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, mulai memadati rumah adat Kampung Lompong, Desa Golo Lembur sekitar pukul 16.00 Wita, Jumat (21/10/2022).

Terpantau, mereka datang bersama guru-gurunya dengan mengenakan pakaian adat Manggarai. Laki-laki mengenakan baju kemeja berwarna putih, destar, dan kain songket Manggarai. Sedangkan para wanita mengenakan kebaya berwarna merah dan kain songket Manggarai.

Para siswa SMAN 3 Lamba Leda sengaja dan terencana datang ke Kampung Lompong hanya untuk belajar tentang adat Manggarai, yakni Penti  dan Kalok Ni’i.

Penti sendiri pada dasarnya merupakan pesta adat  Manggarai  yang  bernuansa syukuran serta persembahan untuk leluhur atau roh supernatural, hingga wujud tertinggi (Mori  Kraeng).

BACA JUGA: Tangis Haru Rensi di Tengah Buruknya Infrastruktur Menuju SMAN 3 Lamba Leda

Upacara adat ini dilaksanakan oleh sekelompok masyarakat adat, dalam situasi formal  dan suasana sukacita atas hasil panen atau perkebunan mereka.

Sedangkan Kalok Ni’i adalah warisan nenek moyang orang Manggarai saat menanam benih padi di lahan-lahan kering atau ladang di kalender tanam petani.

Sebelum kaum perempuan dan laki-laki menanam benih padi (woja) di lahan kering atau ladang yang sudah dibersihkan, terlebih dahulu tua adat melaksanakan ritual adat.

Ayam dan babi sebagai bahan sesajian untuk dipersembahkan kepada Sang Pencipta Alam semesta, leluhur dan alam saat acara Kalok Ni’i.

BACA JUGA: ‘Rangkuk Alu’ Jamu Tamu Undang Decak Kagum

Sebelum memulai ritus Teing Hang Penti
(memberi sesajian kepada roh leluhur sebagai bentuk persembahan yang memiliki berbagai maksud, memohon perlindungan dan juga berupa ucapan syukur) pada Jumat malam, para siswa dan bersama tetua adat Kampung Lompong mengikut ritus adat Barong Wae Teku dan Barong Compang.

Barong Wae Teku adalah proses penyampaian kepada roh leluhur yang menjaga mata air. Sedangkan Barong Compang merupakan prosesi mengajak roh penghuni Compang (Mazbah) untuk mengikuti upacara Penti di rumah adat pada malam hari.

Setelah menghadap Wae Bate Teku dan Compang Bate Dari, roh atau penjaga dua pilar penting ini diundang dengan acara adat resmi dan perarakan dengan Ronda diiringi musik gong dan gendang menuju Rumah Gendang.

Dalam ritus Teing Hang Penti, para siswa tampak dengan khusyuk mengikuti tahap demi tahap ritus di Rumah Gendang. Sebagian siswa menggunakan handphone untuk merekam setiap item acara adat. Ada juga yang mencatat sebagai bahan pembelajaran.

Titus Tamur, salah satu tetua adat Kampung Lompong saat menyampaikan doa adat Teing Hang Penti

Kepala SMAN 3 Lamba Leda Daniel Diaman mengatakan, keterlibatan siswanya dalam ritus adat tersebut dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2022.

“Ini adalah cara kami menghargai semangat para pemuda terdahulu untuk memperjuangkan NKRI. Anak-anak kami harus mempertahankan warisan budaya sebagai ekspresi kecintaan kami terhadap leluhur orang Manggarai. Karena itu, kami datang untuk belajar,” kata Daniel saat berbincang-bincang dengan awak media.

Ia mengatakan, momen perayaan Sumpah Pemuda kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, civitas akademika SMAN 3 Lamba Leda di bawah kerangka kerja kolaborasi dengan masyarakat adat Kampung Lompong menggelar beragam acara dalam “Festival Budaya dan Seni”.

Mudika Kampung Lompong, siswa SMAN 3 Lamba Leda dan SDI Bangka Jari, dan tetua adat masing-masing membawakan acara adat sebagai bahan pembelajaran kepada generasi penerus.

Pihak panitia membuat panggung di tengah halaman Kampung Lompong untuk mementaskan beragam acara adat dan seni di bawah spirit Sumpah Pemuda.

Penulis: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim SMAN 3 Lamba Leda
Previous ArticleGelar Seminar, Mahasiswa Pascasarjana NTT Bahas Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan
Next Article Perjalanan Reses Anggota DPRD TTU di Wini, dari Beri Bantuan hingga Gelar Dialog Tepi Pantai

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.