Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Jelang Wisuda Unika Ruteng: Pastor Edi Manori Bekali Calon Wisudawan, Ini Pesannya
MAHASISWA

Jelang Wisuda Unika Ruteng: Pastor Edi Manori Bekali Calon Wisudawan, Ini Pesannya

By Redaksi12 November 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jelang Wisuda Unika Ruteng: Pastor Edi Manori Bekali Calon Wisudawan, Ini Pesannya
Universitas  Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng melaksanakan rekoleksi dan misa perutusan bagi calon wisudawan pada  di Aula Gedung Utama Timur kampus tersebut, Sabtu (12/11/2022).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT– Universitas  Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng melaksanakan rekoleksi dan misa perutusan bagi calon wisudawan pada  di Aula Gedung Utama Timur kampus tersebut, Sabtu (12/11/2022).

Rekoleksi dan misa perutusan di bawah tema “Belajar Sepanjang Hayat, Berkarya Secara Inovatif,  Adaptif  dan Kolaboratif: Unika Santu Paulus Ruteng Menuju Center Off  Excellence itu dipimpin langsung RD. Edi Manori, Pr.

Tema tersebut memberi pembekalan rohani bagi calon wisudawan yang akan diwisudakan pada Minggu esok (13/11/2022).

Dalam paparan materi rekoleksinya, RD. Edi Manori, Pr menghubungkan tema dengan tiga (3) harapan  almamater Unika Santu Paulus Ruteng untuk para calon wisudawan.

Ketiga harapan tersebut adalah belajar sepanjang hayat; bekerja inovatif, kolaboratif dan adaptif; dan mengharumkan nama Lembaga Unika Santu Paulus Ruteng.

Ketua Yayasan Sukma Keuskupan Ruteng itu kemudian menguraikan, tiga prinsip belajar sepanjang hayat: Pertama,  belajar sepanjang hayat tentu bukan untuk dapat ijazah dan gelar, namun belajar sepanjang hayat berarti belajar untuk hidup, untuk memaknai hidup dan membuat hidup bermakna bagi sesama dan alam ciptaan Tuhan.

Kedua, belajar sepanjang hayat bermakna holistik integratif yaitu belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar untuk melakukan (learning to do), belajar untuk menjadi (learning to be). Karena itu belajar untuk hidup berarti belajar untuk berubah dan berbuah.

Ketiga, belajar sepanjang hayat secara spiritual berarti belajar menjadi murid yang diutus untuk pergi dan menghasilkan buah.

Selain prinsip, menurutnya, bekerja secara inovatif, kolaboratif dan adaptif.

“Para calon sarjana memasuki era industri 4.0 dan 5.0,  di mana kemajuan pesat teknologi digital dan internet dan hadirnya mesin cerdas yang menggeser sebagian peran manusia serta perubahan dalam aneka bidang kehidupan secara sangat cepat karena itu menuntut kemampuan kerja jejaring, kolaborasi serta sikap adaptif untuk bisa eksis dan maju,” jelasya.

Pastor Edi menyatakan bahwa almamater tentu tidak berharap para wisudawan memberikan sesuatu untuknya.

“Prestasi dan karya-karya baik yang kamu lakukan di medan tugas itulah hadiah berharga untuk almamater. Itulah sumbangan berharga menuju Unika St Paulus menjadi center of excellent,” katanya.

RD. Edi pun mengajak calon wisudawan untuk tidak perlu takut dan khawatir tentang hari esok.

“Kalian tidak perlu cemas dengan hari esok, sebab kamu telah disiapkan untuk menjadi insan pembelajar yang memiliki kemampuan untuk belajar apa saja dan dalam situasi apa saja. Kamu telah dibekali almamater dan membekali dirimu sendiri dengan ketrampilan untuk berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan memecahkan masalah yang dihadapi. Itulah modal untuk berlaga di medan tempur dan sekaligus jaminan untuk menang dan berprestasi,” tukas dia.

Kegiatan rekoleksi kemudian dilanjutkan dengan perayaan ekaristi. Melalui perayaan ekaristi ini, para calon wisudawan mendapatkan perutusan ke medan karya setelah menamatkan studinya di Unika Santu Paulus Ruteng.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

UNIKA Santu Paulus Ruteng Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticleMarsel Pan ke Bupati Nabit: Jangan Simpan “Telur Busuk” di Reok Barat, Segera Pecat Camatnya
Next Article INOVASI Sosialisasi Pedoman Pengembangan WASH Sekolah Dasar Respons GEDSI di Nagekeo dan Sumba Barat

Related Posts

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.