Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Tutup Usia Lambat-Laun
Sastra

Tutup Usia Lambat-Laun

By Redaksi22 Februari 20231 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh:  Sofia Febriani Patut

Mati lambat-laun yang tidak bepergian,
siapa yang tidak membaca,
siapa yang tidak mengindahkan musik,
yang tidak mendeteksi hikmat dalam dirinya sendiri.

Mati perlahan
yang merusak harga diri mereka,
siapa yang tidak mengabaikan bantuan.

Mati perlahan
yang jadi budak dari Kelaziman itu
mengulangi tiap-tiap hari dengan perjalanan,
siapa yang tidak bertukar merek,
ia tidak berani mengganti warnanya pakaian
maupun tidak berdiskusi dengan siapa yang tidak tahu.

Mati perlahan
yang menyelamatkan roh serta putarannya
emosi,
hanya ini yang mengembalikan kilau
ke mata serta menebus hati hancur.

Mati perlahan
yang tidak memutar jentera tengah dia tidak senang
dengan karier kalian, maupun cinta kalian,
yang tidak mengambil efek khusus atau tidak tentu guna pergi
di balik mimpi yang tidak diizinkan,
justru tidak sekali pula dalam hidupnya,
lari dari rekomendasi yang masuk ide …

Hidup hari ini!
Lakukan hari ini!
Jangan biarkan dirimu mati perlahan!
Jangan menyudahi diri Anda dari bahagia!

Penulis adalah mahasiswi Unika St. Paulus Ruteng

Sofia Febriani Patut
Previous ArticleTerkait Polemik Pemberhentian Ratusan PTT di Kota Kupang, Ketua Komisi I DPRD Angkat Bicara
Next Article Aneh! Pantarlih Masih Coklit Pemilih yang Sudah Meninggal Dunia, Begini Sikap Bawaslu Manggarai

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.