Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»PMI Kembali Diperlakukan Kasar di Malaysia, PADMA Indonesia Desak Pemerintah Segera Usut Tuntas
Human Trafficking NTT

PMI Kembali Diperlakukan Kasar di Malaysia, PADMA Indonesia Desak Pemerintah Segera Usut Tuntas

By Redaksi2 Mei 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur PADMA Indonesia, Gabriel Goa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kasus kekerasan terhadap pekerja rumah tangga (PRT) asal Indonesia di Malaysia masih terus terjadi. Terbaru, salah seorang PRT kembali mendapatkan perlakuan keji oleh majikan dengan menyiksa dan tidak diberi upah selama enam bulan.

Akibatnya, PRT tersebut harus menjalani perawatan serius di rumah sakit karena mengalami kondisi luka bakar di bagian punggung dan tangan setelah disetrika dan disiram air panas oleh majikan.

Kondisi itu pun menyita perhatian banyak kalangan. Salah satunya Lembaga Hukum dan HAM Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia.

Gabriel Goa, Ketua Dewan Pembina Lembaga Hukum dan HAM PADMA Indonesia dan Tim Lobi dan Advokasi ZERO Human Trafficking Network, Gabriel Goa, menjelaskan kekerasan keji yang dilakukan oleh majikan di Malaysia merupakan bukti tidak adanya penghargaan terhadap harkat dan martabat anak bangsa Indonesia.

Untuk itu, PADMA Indonesia menagih keseriusan pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo untuk melakukan pertemuan khusus dengan negara-negara ASEAN membahas tentang perlindungan pekerja migran dan pemberantasan human trafficking.

“Presiden Jokowi dalam pertemuan ASEAN mesti membahas khusus pelindungan pekerja migran dan penegakan hukum human trafficking sesama negara ASEAN berkolaborasi bersama untuk berani tangkap dan proses hukum pelaku dan aktor intelektual human trafficking di ASEAN,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima VoxNtt.com, Selasa (02/05/2023).

Selain itu, PADMA Indonesia menurut Gabriel, juga mendukung langkah cepat yang diambil Duta Besar Luarbiasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Malaysia Hermono dan jajarannya di Negeri Jiran.

Hal lain yang dikemukakan Gabriel yakni sikap dukungan PADMA Indonesia terhadap Polisi Diraja Malaysia untuk memproses hukum seberat-beratnya terhadap pelaku kekerasan terhadap PMI dan pemenuhan hak-hak korban kekerasan.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Gabriel Goa Human Trafficking Padma PADMA Indonesia
Previous ArticleDua Instansi Pemerintahan Kompak Sorot “Ulah” BPOLBF
Next Article Wahai Kau

Related Posts

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026

PADMA Desak Usut Dugaan Keterlibatan Oknum Polda NTT dalam Jaringan TPPO

28 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.