Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»LPM Unika St. Paulus Ruteng Sambut Baik Kebijakan Akreditasi PT  yang Disederhanakan
MAHASISWA

LPM Unika St. Paulus Ruteng Sambut Baik Kebijakan Akreditasi PT  yang Disederhanakan

By Redaksi29 Agustus 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
LPM UNIKA St. Paulus Ruteng Sambut Baik Kebijakan Akreditasi PT yang Disederhanakan
Ketua Lembaga Penjamin Mutu Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S. Fil., M.Pd
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Ketua Lembaga Penjamin Mutu Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S. Fil., M.Pd menyambut baik dan antusias terkait dengan kebijakan akreditasi Perguruan Tinggi yang disederhanakan oleh pemerintah.

Hal ini merespons penyampaian Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim pada acara peluncuran Merdeka Belajar Episode Ke-26 yang bertajuk Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi,  Selasa (29/8/2023).

Episode Merdeka Belajar ke-26 ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Menurut Mantovanny, kebijakan akreditasi yang disederhanakan merupakan bagian dari spirit transformasi pendidikan yang memerdekakan dan merupakan implementasi dari kurikulum merdeka mengajar yang sangat mengedepankan diferensiasi dan kontekstualitas.

Dalam kajian Mantovanny, adapun tiga poin penting dari pernyataan Mas Menteri yang menggambarkan adanya transformasi pendidikan dan ‘memerdekakan’ Perguruan Tinggi dalam proses akreditasi bagi PT, yakni: Pertama, keringanan beban administrasi dan finansial kampus.

Untuk akreditasi wajib (memenuhi SN Dikti) yang dilakukan oleh BAN PT dan LAM, pemerintah yang menanggung biayanya. Sedangkan bagi Prodi-prodinya mau diakreditasi oleh LAM (Lembaga Akreditasi Mandiri) untuk mendapat status Unggul (memenuhi Standar LAM), sifat sukarela (voluntaristik), alias tidak wajib.

Kedua, sebelumnya, terdapat empat level dalam akreditasi wajib PT, yakni tidak terakreditasi, terakreditasi baik, terakreditasi baik sekali, dan terakreditasi unggul. Melalui peraturan ini, akreditasi wajib PT tersebut disederhanakan menjadi dua, yakni tidak terakreditasi dan terakreditasi.

Kalau sudah berstatus Terakreditasi, berarti sudah memenuhi standar minimum DIKTI. “Hal ini cukup memerdekakan pihak PT. PT tidak terbebani secara psikologis dengan klasifikasi level, terutama jika dikaitkan dengan berbagai kebijakan standar pemberian hibah oleh DIKTI, atau kebijakan lain, seperti syarat penerimaan lulusan di dunia kerja,” ujar Mantovanny.

Ketiga, pada akreditasi Prodi, meskipun masih ada diferensiasi level (tidak terakreditasi, terakreditasi, terakreditasi Unggul, terakreditasi oleh Lembaga internasional),   namun dalam proses akreditasi, biaya akreditasi, baik oleh BAN PT maupun LAM, ditanggung negara hingga memenuhi status standar nasional Dikti.

Selain itu, proses pengumpulan data akreditasi dilakukan bersama di tingkat departemen (fakultas). Menurut Mantovanny, selain kebijakan ini meringankan dari segi finansial, tetapi dari segi efektivitas dan efisiensi, unit pengelola program studi (UPPS) tidak terbebani secara administratif, mungkin juga terkait dengan pertimbangan lain, seperti ratio dosen dan mahasiswa.

Penulis: Igen Padur

Manggarai Manto Tapung Mantovanny Tapung Unika Ruteng UNIKA Santu Paulus Ruteng Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticleStevi Harman Bangga Bergabung dengan Program Pendekar Anak Unicef
Next Article Saksi di TPS Partai Demokrat akan Dilatih Secara Profesional

Related Posts

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Spesialis Tendang Bebas Jeims Moa Antar Desa Pinggang FC Raih Podium Dua di Turnamen U15 Kecamatan Cibal

2 Agustus 2026

Dua Rumah di Reok Barat Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

2 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.