Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di NTT Butuh Kerja Sama Semua Sektor
NTT NEWS

Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di NTT Butuh Kerja Sama Semua Sektor

By Redaksi22 Januari 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L Kalake saat menyampaikan laporan soal Kemiskinan, kemiskinan Ekstrem dan stunting di NTT di Aula Kantor Kominfo NTT, Senin (22/1/2024) siang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L Kalake menyebut penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting di Provinsi NTT membutuhkan kerja sama semua sektor.

Hal itu disampaikan Ayodhia saat jumpa pers dengan sejumlah wartawan dengan topik penanganan stunting, kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, inflasi, serta pemilu 2024 di Aula Kantor Kominfo NTT, Senin (22/1/2024) siang.

Acara yang dimoderatori oleh Sekda NTT Kosmas D. Lana itu dihadiri oleh sejumlah kepala dinas lingkup Pemprov NTT dan Asisten Gubernur.

Ayodhia Kalake mengatakan, persentase penduduk miskin di NTT pada Maret 2023 mencapai 19.96 persen.

“Kabupaten dengan tingkat kemiskinan tinggi, Sumba Tengah, Sumba Timur dan Sabu Raijua. Tingkat kemiskinan terendah Kota Kupang, Flores Timur dan Ngada,” kata dia.

Ayodhia menyebut jika untuk keseluruhan jumlah penduduk miskin di NTT mencapai 1,14 juta orang di tahun 2023.

“Tingkat kemiskinan ekstrem 3.34 persen,” sambung dia.

Menurut dia, perlu strategi khusus mengatasi kemiskinan ekstrem.

Tidak bisa satu sektor berdiri sendiri. Angka kemiskinan berkaitan erat dengan stunting.

Untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di tahun 2024, pemerintah pusat, Pemprov dan pemkab harus bekerja bersama.

Menurut Ayodhia, pemerintah berusaha memberikan perhatian dengan berbagai jenis program bantuan yang langsung menyentuh masyarakat.

“Selain itu ada pengembangan garam masyarakat ada anggaran di empat kelompok nelayan garam sebanyak 8 miliar setiap kelompok,” katanya.

Kemudian, ada juga program pelatihan bagi UMKM di seluruh NTT yang dilakukan oleh dinas terkait.

Pemerintah juga terus meningkatkan kompetensi para pencari kerja. Jika pada akhirnya mereka menjadi pekerja migran maka sudah memiliki kompetensi.

Sementara soal angka stunting di NTT, Ayodhia menyebut pada tahun 2023 sebanyak 15,2 persen.

“Kita melihat tren penurunan yang sangat signifikan. Memang masih tinggi kita terus berupaya menurunkan angkat stunting,” jelasnya.

“Dengan adanya bantuan langsung kambing dan ayam serta bibit ikan kita berharap agar dia bisa berkembang biak dan bisa membantu masyarakat berisiko,” kata dia.

Sebagai informasi, sebelum acara jumpa pers digelar Kalake didampingi Sekda NTT Kosmas Kana dan Kadis Pendidikan NTT  Linus Lusi memberikan penghargaan bagi Martin Darwis Damaledo siswa SMA N 5 Kota Kupang.

Martin mendapat penghargaan dari Pemprov NTT yang menemukan spesies jenis baru.

Penulis: Ronis Natom

Ayodhia G.L Kalake Kemiskinan Ekstrem NTT Penjabat Gubernur NTT Stunting NTT
Previous ArticleKarcis Masuk Puncak Waringin untuk Wisatawan Lokal Naik 100 Persen
Next Article Dua Hari Jelang Bebas, Berkas Perkara Marten Konay Dinyatakan Lengkap

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.