Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Buka ICHELAC Tahun 2024, Yohanes Dangku Soroti Penggunaan Teknologi Digital secara Bijak di Pendidikan Tinggi
Pendidikan NTT

Buka ICHELAC Tahun 2024, Yohanes Dangku Soroti Penggunaan Teknologi Digital secara Bijak di Pendidikan Tinggi

By Redaksi7 Juni 20243 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Mariano Dangku saat membuka Konferensi Internasional ke-4 atau 4th ICHELAC
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng kembali menyelenggarakan Konferensi Internasional ke-4 atau 4th ICHELAC.

Konferensi ini berlangsung selama dua hari yakni Jumat (7/6/2024) hingga Sabtu (8/6/2024). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Mariano Dangku, Jumat (7/6/2024).

Dalam sambutan pembukaannya, Mariano menyoroti pentingnya memanfaatkan teknologi digital secara bijak di dunia pendidikan tinggi.

“Teknologi digital telah mengubah dunia secara global, masif, dan luar biasa. Namun, kemajuan ini juga membawa tantangan tersendiri bagi pendidikan tinggi,” katanya.

Mariano kemudian menyebutkan tiga tantangan utama yang dihadapi dalam dekade terakhir, yakni informasi berlebihan (information overload), gangguan digital (digital distraction), dan ekspansi ChatGPT.

Informasi yang berlebihan seringkali menimbulkan kebingungan dan ambiguitas. Sementara gangguan digital dapat menipu dan menjerumuskan individu ke dalam jebakan ketergantungan teknologi.

ChatGPT, yang menawarkan kenyamanan luar biasa, berisiko melemahkan kemampuan manusia untuk berpikir dan berkarya secara mandiri.

“Ketergantungan pada ChatGPT dapat menyebabkan orang-orang menjadi penyair atau penulis tanpa perlu belajar secara mendalam. Apakah semua ini benar-benar karya manusia atau GPT?” tukas Mariano.

Menurut dia, konferensi ini bertujuan untuk menemukan cara memperkuat kewarganegaraan global yang tangguh, kreatif, dan inovatif di era digital.

Melalui diskusi tentang bahasa, keragaman budaya, kemanusiaan, dan konektivitas berkelanjutan, konferensi ini diharapkan dapat mendorong transformasi pendidikan tinggi dalam era digital.

Mariano juga menyambut para pembicara utama, presenter, dan peserta dengan hangat.

“Kami menyambut Anda dengan hati yang paling hangat. Ini adalah rumah kami, tempat untuk menyajikan, berbagi, dan mendiskusikan ide-ide segar, sudut pandang multi, dan hasil penelitian baru di sekitar tema dan subtema konferensi,” katanya.

Ucapan terima kasih khusus disampaikan kepada para pembicara utama, antara lain, Mariane Turner dari Monash University Australia,  Anuncius Gumawang Jati dari Institut Teknologi Bandung, Semiarto Aji Purwanto dari Universitas Indonesia, dan Sebastianus Menggo dari Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng.

Selain itu, Mariano juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh presenter, peserta, serta panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan konferensi ini.

“Sebagai Dekan FKIP, saya menghargai dan menghormati Anda. Tema yang dipilih sangat strategis dan relevan untuk merangsang dan memprovokasi kita, bukan untuk bertarung tetapi untuk bertukar ide,” ujarnya.

Konferensi ini diharapkan tidak hany menjadi pertemuan tahunan, tetapi juga sejarah tentang diskusi akademis yang indah, semangat kolaboratif, dan pertemuan yang ramah.

“Kami sangat berterima kasih kepada Tuhan atas kesempatan dan anugerah yang diberikan-Nya kepada kita sepanjang konferensi ini. Sebelum, dengan, dan di dalam-Nya, kita akan memulai konferensi ini. Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya.

Konferensi Internasional 4th ICHELAC ini menjadi wadah penting bagi para akademisi dan praktisi untuk berdiskusi dan mencari solusi terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan tinggi di era digital.

Penulis: Leo Jehatu

FKIP Unika Ruteng Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticleICHELAC 2024 FKIP Unika Ruteng Dorong Kolaborasi Lintas Budaya
Next Article Gelar Komodo Travel Mart 2024, BPOLBF Ajak Belajar Maksimalkan Potensi Pariwisata

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.