Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dugaan Korupsi Pompa Hydrant Jadi Fokus Penyelidikan Polres Ngada
Regional NTT

Dugaan Korupsi Pompa Hydrant Jadi Fokus Penyelidikan Polres Ngada

By Redaksi6 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Ridwan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Pihak kepolisian resor Ngada telah menurunkan tim teknik Universitas Flores (Unflor) Ende, Nusa tenggara Timur (NTT) guna melakukan kajian atas proyek pompa Hydrant yang dikerjakan oleh CV Moresa tahun 2010 lalu.

Proyek senilai 1 Miliar itu diduga mubazir sehingga tidak dimanfaatkan oleh warga Rendu, Kecamatan Aesesa Selatan.

BACA:Usut Kasus Pompa Hydrant di Nagekeo, Polisi Libatkan Tim Teknik Uniflor Ende

Kasat Reskrim Polres Ngada Iptu Ridwan Kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya Kamis (6/4/2017) menjelaskan dalam mengusut kasus dugaan korupsi proyek ini pihaknya bersama tim dari teknik Uniflor Ende telah melakukan kajian di lapangan.

Setelah kajian, kata Ridawan baru kirim hasil kajian itu ke BPKP wilayah NTT untuk melakukan perhitungan kerugian Negara.

“Setelah ada hasil kajian dari tim teknik Uniflor. Baru hasilnya itu kita kirim ke BPKP. Karena hasil kajian itu merupakan syarat untuk bisa melakukan audit kerugian negara oleh BPKP wilayah NTT,”katanya.

Kata Ridwan, pihaknya untuk sementara waktu fokus kasus pompa hydrant. Tidak menutup kemungkinan waktu dekat kasus itu akan tuntas.

“Kasus itu kami tetap lanjut. Di mata hukum sama. Tidak ada beda-beda, entah itu pejabat atau petani,”katanya.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi proyek pompa hydrant di Rendu, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo dikerjakan oleh CV Moresa tahun 2010 lalu. Pemilik CV ini ialah Rofinus Jo Wasek yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Nagekeo.

Proyek senilai Rp 1 miliar lebih itu diduga tidak dimanfaatkan masyarakat hingga saat ini lantaran peralatan sudah tidak berfungsi.

Pompa hydrant hanya berfungsi saat masa uji coba. Pada tahun 2016 lalu warga Rendu melaporkannya ke Polres Ngada. Sejak dilaporkan, pihak Polres Ngada terus melakukan penyelidikan.‎ (Arkadius Togo/VoN).

 

Ngada
Previous ArticleSoal TdF, Andri Garu: Mesti Belajar dengan Kompas
Next Article Februari-April 2017, Terdapat 10 Kasus Pencabulan di Ngada dan Nagekeo

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.