Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Figure»Pesan Berharga Persahabatan: Kasimirus Dhoy Jadi Pejabat dan Gaspar Lepa sebagai Petani
Figure

Pesan Berharga Persahabatan: Kasimirus Dhoy Jadi Pejabat dan Gaspar Lepa sebagai Petani

By Redaksi7 Agustus 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasimirus Dhoy dan Gaspar Lepa sedang bercerita tentang masa kecil mereka di Danga Au, Rabu, 7 Agustus 2024 (Foto: Patrianus Meo Djawa/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Kasimirus Dhoy dan Gaspar Lepa adalah dua sahabat lama. Keduanya akhirnya bertemu kembali setelah berpisah selama lebih dari tiga dekade.

Pertemuan Kasimirus dan Gaspar pada Rabu (7/8/2024) di Danga Au membawa kembali kenangan masa kecil saat keduanya masih duduk di bangku Sekolah Dasar Katolik (SDK) Wolorae, sekolah favorit di Mbay, Kecamatan Aesesa, pada tahun 1980-an.

Setelah tamat sekolah dasar, Kasimirus dan Gaspar memilih jalan hidup yang berbeda. Kasimirus melanjutkan pendidikan di Seminari Todabelu Mataloko. Sedangkan Gaspar, karena alasan tertentu, memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah. Keputusan ini menjadi titik awal perjalanan Gaspar menjadi petani.

Gaspar yang masih muda meninggalkan kampung halamannya di Danga Au dengan bekal uang Rp1.500 hasil penjualan dua ekor ayam, untuk mencari saudara kandung ibunya di Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada.

Perjalanan ini kemudian membawanya ke Kabupaten Manggarai, di mana ia mulai terjerumus ke dalam dunia minuman keras dan perjudian.

Tak lama, Gaspar kembali ke kampung halamannya dan bertemu dengan istri tercintanya. Namun, kehidupan di kampung yang serba sulit membuatnya kembali meninggalkan gadis pujaannya dan mengikuti ajakan temannya ke Malaysia Barat melalui jalur ilegal.

Mereka berangkat dengan kapal laut dan berhenti di Pelabuhan Tanjung Balai. Di sana, mereka dijemput oleh jaringan mafia perdagangan orang dengan speed boat untuk masuk ke wilayah Malaysia.

Hampir mendekati perbatasan Indonesia-Malaysia, Gaspar dan teman-temannya dipaksa melompat dari speed boat dan berenang menuju truk tertutup (lori) yang mengantarkan mereka ke Bidor untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit di Teluk Intan, Malaysia.

Di Malaysia, Gaspar kemudian bekerja di perusahaan peternakan ayam selama tiga tahun sebelum memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan memulai kehidupan baru dengan istrinya.

Sementara itu, Kasimirus telah menempuh pendidikan dan karier yang sukses, hingga akhirnya menjadi Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Nagekeo.

Saat ini, Gaspar memilih untuk mengurus ternak dan sawah peninggalan orang tuanya.

Pertemuan ini menjadi momen yang sangat emosional bagi keduanya, mengingat perjalanan hidup yang telah mereka lalui.

“Kami mungkin telah menempuh jalan yang berbeda, tetapi persahabatan kami tetap kuat,” ujar Kasimirus dengan haru. Gaspar pun menambahkan, “meskipun hidup saya penuh lika-liku, bertemu kembali dengan sahabat lama membawa kebahagiaan tersendiri.”

Kisah mereka menjadi pengingat bahwa persahabatan sejati mampu bertahan melewati waktu dan rintangan hidup yang beragam.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Gaspar Lepa Kasimirus Dhoy Nagekeo
Previous ArticleTelan Dana Rp15 Miliar, Gedung Perpustakaan Nagekeo Diresmikan
Next Article Beberapa Cuilan Seputar Manifestasi Kebohongan Politik di Ruang Publik

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026

Sengketa Tanah SMPN 2 Gako Nagekeo Berakhir Damai, Dua Keluarga Serahkan Lahan ke Pemda

26 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.